Kairo, LiputanIslam.com –  Imam Besar Universitas al-Azhar Syeikh Ahmad al-Tayeb dalam pidatonya pada Konferensi Perdamaian Internasional yang juga dihadiri Pemimpin Katolik sekaligus negara Vatikan Paus Fransiskus  di Kairo, Mesir, Jumat (28/4/2017), menyerukan upaya pembersihan citra agama dari faham-faham menyimpang yang telah menebar kebencian dan kekerasan.

Dia meminta supaya nama baik Islam, Kristen dan Yahudi tidak dikaitkan perilaku dan kejahatan sebagian kecil umat masing-masing.

“Islam bukan agama teror meskipun sebagian orang yang beriman kepadanya tergesa-gesa mengambil sebagian teksnya dan menakwilkannya dengan takwilan keliru, lalu dengannya menumpahkan darah orang-orang yang tak berdosa, menimbulkan ketakutan kepada orang yang hidup tentram,  menebar kerusakan di muka bumi, dan mendapat para donator dana, senjata, dan pelatihan,” tegasnya.

Dia menambahkankan, “Kristen bukan agama teror lantaran sekelompok pengimannya membawa salib dan lalu memanen banyak nyawa tanpa membedakan laki-laki, perempuan, anak kecil, kombatan, dan tawanan.”

Mengenai agama Yahudi dia menegaskan, “Yahudi juga bukan agama teror lantaran ajaran Musa as telah disalahgunakan untuk menduduki berbagai negara dan menjatuhkan jutaan korban di antara bangsa Palestina yang haknya ternistakan.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL