palestina-syeikh-ikrimah-sabriBaitulMaqdis, LiputanIslam.com –   Imam dan khatib Masjid al-Aqsa, Baitul Maqdis,Syeikh Ikrimah Sabri  Jumat (16/12/2016), menegaskan bahwa pemindahan Kedubes Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke al-Quds (Baitul Maqdis) tak ubahnya dengan pernyataan perang.

“Janji presiden (terpilih) AS Donald Trump untuk memindah kedubesnya ke al-Quds dalam kampanye pemilu merupakan pelanggaran terhadap hak penduduk Palestina, karena pemindahan kedubes itu sama dengan pengakuan bahwa al-Quds adalah ibu kota bagi Yahudi, dan ini juga berarti penistaan  hak orang-orang Palestina di kota ini,” ungkap Syeikh Sabri dalam khutbah Jumatnya di Masjid al-Aqsa.

Dia menambahkan, “Janji ini juga bertolak belakang dengan apa yang disebut resolusi internasional yang menganggap al-Quds sebagai kota pendudukan… Jika janji ini sampai dipenuhi maka AS menganggap al-Qus sebagai ibu kota Yahudi, dan dengan demikian AS menyatakan perang lagi terhadap penduduk Palestina, dan bahkan terhadap Arab dan umat Islam. ”

Dia juga menyatakan bahwa Masjid al-Aqsa menghadapi bahaya baru di mana orang-orang Israel setiap hari mengagresi Masjid al-Aqsa, dan yang terbaru di antaranya ialah penambahan jam harian agresi para ekstrimis Yahudi terhadap masjid ini.

Dalam kampenye pemilu Trump berulangkali mengaku bahwa jika dia terpilih maka dia akan melawan upaya PBB menyudutkan Israell, dan memindah kedubes AS ke al-Quds.

Presiden AS Barack Obama beberapa waktu lalu menandatangani rencana pemindahan ini untuk jangka waktu enam bulan.

Pada tahun 1995 Kongres AS membuat keputusan untuk memindah kedubesnya dari Tel Aviv ke al-Quds. Sejak itu presiden demi presiden AS setiap enam bulan selalu menandatangani keputusan penundaan pemindahan kedubesnya itu. Alasan yang tertera dalam surat keputusan setiap penundaan itu ialah “demi menjaga kepentingan nasional AS.”  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL