Gaza, LiputanIslam.com –   Anggota senior biro politik Hamas, Khalil al-Hayya, menegaskan bahwa serangan Israel terhadap terowongan di Jalur Gaza yang menggugurkan tujuh pejuang Palestina Senin lalu tidak akan meredupkan semangat muqawamah (resistensi anti-Israel).

“Muqawamah Palestina adalah kubu resistensi yang matang dan mengerti bagaimana mengelola konfliknya melawan musuh. Serangan ini hanya akan menambah keterjagaan kami, dan membuat surat tagihan antara kami dan rezim pendudukan menjadi semakin besar,” tegas al-Hayya saat mengikuti prosesi pemakaman tujuh syuhada Brigade al-Quds dan Bridage al-Qassam, masing-masing sayap militer faksi Jihad Islam dan faksi Hamas, Selasa (31/10/2017).

Di depan jenazah para syuhada itu al-Hayya memastikan bahwa Israel sedang berilusi dapat menghentikan gelora muqawamah dan mengusik persatuan bangsa Palestina. Pernyataan al-Hayya seakan janji di hadapan para syuhada  untuk tetap melawan desakan berbagai pihak yang bermaksud melucuti senjata para pejuang muqawamah Palestina.

“Ini hanyalah salah satu tahap konflik dan jihad kami, bukan stasiun terakhir. Memiliki kekuatan militer dan segala sarana resistensi adalah hak alamiah bagi kami. Membalas adalah hak yang diukur oleh kubu muqawamah bagi bangsa kami sehingga kubu ini pantas menakar balasan beserta tipe, tempat, dan waktunya,” lanjut al-Hayya.

Dia juga menegaskan bahwa tak ada tawar menawar menyangkut hak bangsa Palestina melawan Israel.

Dia kemudian mengingatkan Israel bahwa rezim Zionis tidak akan bisa berbuat apa-apa dengan segala kejahatannya.

“Musuh, Zionis, tidak akan berhasil dengan kejahatan, blokade, dan pembunuhannya terhadap anak-anak bangsa kami. Kami adalah bangsa yang pantang hina dan menyerah,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menegaskan, “Zionis berilusi belaka jika merasa bahwa dengan kejahatan ini mereka akan dapat memaksakan aturan main. Tangan kami lebih terangkat, pedang kami tajam, dan kehendak serta tekad kami lebih solid daripada rezim penjajah ini.”

Seperti pernah diberitakan, tujuh pejuang Palestina, tiga di antaranya komandan lapangan sayap militer faksi pejuang Hamas dan Jihad Islam, gugur terkena serangan Israel terhadap sebuah terowongan bawah tanah yang membentang di selatan Jalur Gaza hingga wilayah Israel, Senin (30/10/2017). (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL