EGYPT-POLITICS-UNREST-VOTEKairo, LiputanIslam.com – Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) jadi memboikot pemilu presiden (pilpres) Mesir yang dimulai hari ini, Senin hingga besok (26-27/5/2014).

Minggu kemarin IM menegaskan pemilu ini tidak lantas melegitimasi “kejahatan”. Pernyataan tampaknya merupakan sindiran terhadap salah satu kandidat presiden dan mantan panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Abdul Fattah al-Sisi, yang telah mengkudeta Presiden Mohamed Morsi Juli 2013.

Dalam pemilu ini al-Sisi hanya bersaing memperebutkan suara dengan politisi beraliran kiri, Hamdeen Sabahi.

IM juga mengecam kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap para simpatisan IM dalam beberapa bulan terakhir.
Sabtu lalu pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman penjara dan denda berat kepada 19 pendukung Morsi. Masing-masing divonis penjara lima tahun dan denda dengan dakwaan telah melakukan pembangkangan sipil.

Setelah menggulingkan Morsi, al-Sisi membekukan konstisui dan membubarkan parlemen. Dia juga dianggap sebagai orang yang memegang komando penumpasan sistematis terhadap para simpatisan IM.

Menurut laporan berbagai kelompok peduli hak asasi manusia, akibat kemelut politik dan kekerasan pasca penggulingan Morsi sedikitnya 1,400 orang tewas yang sebagian besar adalah korban aksi kekerasan aparat keamanan.

Jika al-Sisi menang dalam pilpres kali ini maka jabatan presiden Mesir akan jatuh lagi ke tangan mantan petinggi militer hanya tiga tahun setelah rakyat Mesir bangkit melawan diktator Hosni Mubarak, mantan perwira angkatan udara yang telah memerintah Mesir selama hampir tiga dekade. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL