Beirut, LiputanIslam.com –  Bantuan makanan yang diberikan oleh para pemuda Iran kepada penduduk Palestina bersamaan dalam perjuangan rakyat Palestina menggagalkan penerapan sistem keamanan pasukan Zionis Israel di Masjid al-Aqsa telah menimbulkan kekuatiran Israel terhadap pengaruh Iran di kota al-Quds (Yerussalem).

Koran al-Akbhar terbitan Lebanon, Rabu (2/8/2017), memuat berita berjudul “Pelacakan Terhadap Iran di al-Quds Melalui Kotak Makanan”. Di berita ini disebutkan bahwa koran beroplah besar Israel Hayom (IH) yang berafiliasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (1/8/2017), tampak kebingunan menyaksikan maraknya demonstrasi dan kerusuhan sehingga tak jelas siapa yang hendak dijadikan kambing hitam.

Dalam kebingungan itu IH menuding Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas , tapi juga menyalahkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai provokator, dan kemudian juga menuduh Iran sebagai penyulut api konflik karena menyokong para demonstran Palestina dengan bantuan makanan senilai jutaan Shekel, mata uang Israel.

“Dukungan Turki kepada jemaah shalat Palestina dalam aneka peristiwa Temple Mount (Masjid al-Aqsa) rupanya masih belum cukup sehingga Iranpun ikut menggerakkan orang-orang Palestina agar bentrok dengan pasukan keamanan Israel di sekitar Temple Mount,” tulis IH, seperti dikutip al-Akhbar.

IH menyebutkan bahwa banyak orang Palestina yang memenuhi lorong-lorong kota lama Baitul Maqdis setiap hari menerima kotak-kotak paket makanan bertuliskan pesan Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei: “Dengan bantuan  Allah, al-Quds akan bebas,” dan ini menunjukkan adanya gerakan pemuda yang didukung oleh Iran dalam mendistribusikan makanan itu.

IH mengutip pernyataan seorang pejabat tinggi dinas rahasia Israel bahwa penyediaan puluhan ribu kotak makanan setiap hari memerlukan dana yang sangat besar sehingga tidak mungkin bisa dilakukan oleh sekelompok anak muda.

Selanjutnya IH juga mengutip pernyataan seorang pejabat Palestina yang mengaku mengetahui adanya distribusi kotak makanan itu.

“Kami mengetahui distribusi makanan oleh Iran tapi karena terhentinya kerjasama keamanan maka kami tidak menginformasikannya kepada pihak Israel… Padahal kami sebenarnya tidak memperkenankan keterlibatan Iran di Palestina agar kami tidak diprotes oleh negara-negara Arab,” kata pejabat itu. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL