TelAviv, LiputanIslam.com –  Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Jenderal Aviv Kochavi mengklaim bahwa Hizbullah sedang bekerja keras menyiapkan kondisi yang memungkinkan bagi serangan militer ke wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Dalam pidatonya pada upacara peringatan tahunan tentara Israel yang terbunuh akibat  kecelakaan helikopter pada tahun 1997, Rabu (30/1/2019), Kochavi mengatakan Hizbullah berusaha untuk “memperoleh senjata berpresisi dan mengembangkan jalan untuk serangan ke Israel.”

Dia menambahkan bahwa sepak terjang Hizbullah itu bertujuan melukai warga sipil dengan roket dan granat berpeluncur roket yang “melanggar perjanjian internasional, norma perang, dan nilai-nilai kemanusiaan.”

Kochavi bersumpah bahwa pasukan Israel akan terus bertindak melawan posisi Hizbullah dan Iran di perbatasan utara, menggagalkan “plot teroris” di Tepi Barat, dan membela warga selatan dari “organisasi teroris” di Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai.

Kepala Staf Umum IDF melontarkan pernyataan demikian setelah Pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah  pada 26 Januari lalu muncul setelah lebih dari dua bulan menghilang dan diisukan sakit keras oleh Israel. Saat muncul dalam wawancara eksklusif dengan saluran al-Mayadeen itu Nasrallah bersumbar bahwa pasukannya akan menyerbu wilayah Israel jika terjadi perang baru.

“Bagian dari rencana kami adalah memasuki Galilea dan kami mampu melakukannya. Kami memiliki kemampuan untuk melakukannya sejak sekian tahun lalu, dan menjadi lebih mudah setelah pengalaman kami di Suriah,” sumbar Nasrallah.

Pemimpin berserban hitam sebagai tanda keturunan Nabi Muhammad saw ini menekankan bahwa Hizbullah yang dicatat oleh Amerika Serikat dan Israel sebagai organisasi teroris memiliki “rudal berpresisi dan cukup untuk menghadapi setiap perang di masa depan dan mencapai target yang diincarnya.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*