Moskow, LiputanIslam.com –  Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan situasi di Suriah menjurus pada konflik bersenjata internasional menyusul serangan rudal Amerika Serikat (AS) terhadap pangkalan udara Suriah.

AS telah menembakkan 59 rudal jelajah terhadap sebuah pangkalan yang oleh Presiden Donald Trump diklaim sebagai tempat tentara Suriah meluncurkan jet tempurnya untuk melancarkan serangan senjata kimia mematikan Selasa lalu. Serangan ini dilaporkan sebagai pertama kalinya dilakukan secara langsung oleh AS terhadap pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad selama enam tahun perang di negara ini.

“Operasi militer oleh satu negara terhadap wilayah orang lain tanpa persetujuan pihak lain menjurus pada konflik bersenjata internasional,” ungkap jubir ICRC Iolanda Jaquemet di Jenewa, Jumat (7/4/2017).

“Jadi menurut informasi yang tersedia – serangan AS pada infrastruktur militer Suriah – merupakan situasi yang menjurus pada konflik bersenjata internasional,” lanjutnya.

Tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB maupun Kongres AS, serangan AS dilakukan tentara AS dari kapal-kapal yang berada di Laut Tengah dengan dalih mereaksi serangan bom kimia terhadap kota Khan Sheikhoun, provinsi Idlib. AS menuding serangan ini dilakukan oleh tentara Suriah, namun pemerintah Suriah membantahnya.

Kemlu Suriah menegaskan bahwa serangan bom kimia tersebut sudah direncakan sebelumnya oleh musuh-musuh Suriah supaya dijadikan dalih oleh AS untuk menyerang posisi-posisi tentara Suriah yang sedang berperang hebat melawan kelompok-kelompok teroris, terutama ISIS dan Jabhat al-Nusra. (mm/reuters/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL