pro ansarullah YamanSanaa, LiputanIslam.com – Sanaa, ibu kota Yaman, Jumat (27/2/2015) menjadi ajang unjuk rasa akbar rakyat Yaman untuk menandai dukungan mereka kepada Komite Tinggi Dewan Revolusi yang terafiliasi dengan gerakan Ansarullah atau kelompok Syiah al-Houthi.

Situs berita al-Wafd yang berbasis di Mesir melaporkan bahwa jumlah massa mencapai puluhan ribu orang. Mereka menggelar aksi longmarch di pusat kota Sanaa meneriakkan yel-yel dukungan kepada “Deklarasi Konstitusional” yang dirilis Ansarullah serta penolakan atas intervensi asing terhadap urusan internal Yaman.

Pasukan Komiter Rakyat menutup jalan protokol al-Zubairi di pusat kota Sanaa serta jalan-jalan lain yang terhubung dengannya demi melindungi massa demonstran, sementara helikopter militer juga memantau dari udara dan mengambil gambar jalannya untuk rasa.

Media massa Yaman menyebutkan bahwa sehari sebelumnya Pemimpin Ansarullah Abdel Malik al-Houthi telah menyerukan kepada rakyat supaya berunjuk rasa.

Massa mulai bergerak dari Jalan al-Zubairi dan persimpangan Jalan Baghdad sambil membawa spanduk dan poster-poster berisikan tulisan yang mendukung keputusan Komite Revolusi dan Deklarasi Konstitusional.

Menjelang bubar, mereka merilis deklarasi yang menyerukan kontinyuitas revolusi rakyat Yaman sampai semua tujuan yang diinginkan tercapai, menekankan perlawanan terhadap “konspirasi” dalam dan luar negeri, dan menegaskan keharusan menjaga stabilitas dan keamanan negara.

Mereka menyatakan bahwa persatuan, kedaulatan dan integritas Yaman harus tetap dipertahankan dan jangan sampai bangsa Yaman menyerah kepada tekanan asing.

Lebih jauh massa juga mengingatkan bahwa hubungan Yaman dengan negara-negara lain harus dilandasi prinsip saling hormat antarnegara regional dan internasional.

Bulan lalu, menyusul pengunduran diri Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi dan pemerintahannya, Ansarullah mengumumkan sebuah deklarasi yang diberi nama Deklarasi Konstitusional.

Deklarasi ini menegaskan pembubaran parlemen, pembentukan Dewan Nasional yang terdiri atas 551 anggota dan pembentukan Dewan Kepresidenan.

Kemelut politik berkobar di Yaman sejak negara ini dilanda gelombang protes rakyat dan revolusi pada 2011 yang kemudian menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh pada tahun 2012. Selanjutnya, Mansur Hadi yang meneruskan Abdullah Saleh juga tergulung revolusi yang digerakkan oleh Ansarullah. Dia mengundurkan diri belum lama ini setelah beberapa hari terjadi kontak senjata di Sanaa dan istana presiden dikepung oleh milisi dan pendukung Ansarullah.

Setelah sempat tertahan dalam istana, Mansur Hadi lantas kabur ke kota Aden di bagian selatan Yaman. Belakangan dia menyatakan mencabut pengunduran dirinya dan menolak deklarasi Ansarullah.

Kepergian Ansarullah ke Aden mendapat sambutan dari pemerintah negara-negara Arab Teluk Persia yang mendukungnya. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memindah kedutaan besar untuk Yaman dari Sanaa ke Aden. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL