jurnalis mesir ibrahim EissaKairo, LiputanIslam.com – Jurnalis tersohor Mesir Ibrahim Eissa menyebut faham Salafi/Wahabi sebagai biang kerok terorisme di muka bumi, dan para ulama faham ini sebagai penebar racun di tengah pemikiran umat manusia karena memroduksi fatwa-fatwa takfiri (pengafiran lawan pendapat).

Sebagaimana dilansir Cairo Portal, Minggu lalu (31/1), pernyataan pedas itu dia ungkapkan dalam acara “Bersama Ibrahim Eissa” di channel al-Kahira wal Nas sembari meminta supaya para ulama Wahabi itu diseret ke pengadilan.

“Tak ada pelaku serangan teror bunuh diri kecuali orang Salafi,” ungkapnya.
Pada acara itu Eissa juga memperlihatkan penggalan video yang merekam pernyataan seorang da’i Wahabi Arab Saudi Syeikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan bahwa menyebutkan kalimat “ali Muhammad” (keluarga Muhammad) dalam bershalawat kepada Nabi Muhammad saw tidak mustahab (dianjurkan) karena kalimat ini selalu dipakai oleh umat Islam Syiah dalam bershalawat. Menurut al-Fauzan, yang wajib diucapkan adalah “Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad wa ashabihi” (Ya Allah curahkan shalawat atas Muhammmad serta keluarga Muhammad dan para sahabatnya).

“Lihatlah, sampai sedemikian rupa mereka menunjukkan permusuhan. Syiekh ini tidak mau bershalawat atas ‘ali Sayyidina Muhammad’ (keluarga junjungan kita, Muhammad) karena Syiah mengucapkan demikian,” ujar Eissa dalam menanggapi fatwa al-Fawzan tersebut.

Dia melanjutkan, “Orang Syiah membaca al-Fatihah, apakah kamu juga lantas tidak mau membacanya? Syiah mendirikan shalat lima waktu, apakah kamu juga akan mengubahnya karena Syiah melakukannya?”

Eissa kemudian mengatakan, “Kaum Wahabi menyebut kaum Muslim Syiah sebagai kafir, tapi ketika ada teroris Wahabi meledakkan dirinya untuk membunuh kaum Syiah para syeikh Wahabi tiba-tiba mengecam serangan bunuh diri itu, padahal mereka sendirilah sumber dan pendorong aksi teror ini. Mereka tak kalah keji dan terorisnya daripada pelaku serangan bunuh diri.”

Dia menambahkan bahwa otoritas Saudi mengadili pelaku serangan bunuh diri yang “tertipu dan telah meledakkan dirinya di masjid-masjid Saudi”, padahal mereka harus mengadili para syeikh Wahabi yang telah “menyuapi pelaku serangan bunuh diri itu dengan pikiran ekstrim Wahabi.”

Ibrahim Eissa lantas mengingatkan bahwa yang harus diperangi sebenarnya adalah faham Wahabisme terlebih dahulu, bukan organisasi teroris karena organisasi ini hanyalah produk faham ini.

“Para syiekh Saudilah yang setiap hari memasok untuk kehancuran umat manusia,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL