Roma, LiputanIslam.com –   Sekjen Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/ IAEA) Yukiya Amano memastikan Iran mematuhi perjanjian nuklirnya dengan enam negara terkemuka dunia yang dijalin pada tahun 2015 dan dikenal dengan nama “Joint Comprehensive Plan of Action” (JCPOA).

Dalam pidato pembukaan konferensi pelucutan senjata nuklir di Roma,ibu kota Italia, Senin (9/10/2017), mengatakan, “Saya dapat menyatakan bahwa komitmen terkait nuklir yang dilakukan oleh Iran di bawah perjanjian nuklir sedang dilaksanakan.”

Amano kemudian bertemu dengan kepala Badan Energi Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi ,di Roma. Pada kesempatan ini Amano mengatakan bahwa hal yang penting bagi IAEA adalah pengamatan obyektifnya, bukan atmosfir politik.

Sebelumnya, berbagai pihak juga mengingatkan bahaya  keputusan AS keluar dari JCPOA.

Menlu  Jerman Sigmar Gabriel mengatakan “dunia akan berubah” jika Trump mengambil keputusan demikian.

“Itu adalah bahaya besar bagi kami karena jika AS mengambil jalannya itu maka dunia akan berubah… Kami melihat dengan sangat prihatin terhadap Amerika Serikat ” kata Gabriel.

Dia menambahkan bahwa memperlakukan Iran seolah sedang mengembangkan senjata nuklir “tidak akan menghasilkan kebaikan apapun”, dan Jerman akan tetap berkomitmen kepada JCPOA.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengingatkan “konsekuensi negatif” jika AS jadi mundur dari kesepakatan nuklir Iran.

“Presiden Putin telah berulang kali berbicara tentang pentingnya kesepakatan mengenai apa yang disebut dokumen nuklir Iran,” kata Peskov kepada wartawan.

Federica Mogherini, Wakil Uni Eropa Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, juga mengingatkan AS bahwa pihaknya sudah delapan kali memastikan konsistensi Iran pada JCPOA.

Dia mengatakan bahwa sekarang sudah saatnya membuka “kanal-kanal baru dalam kerjasama internasional, dan tentu bukan malah membongkarnya.” (mm/tehrantimes/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL >