Teheran, LiputanIslam.com –  Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani menyampaikan ucapan selamat via telefon kepada Presiden Iran Hassan Rouhani berkenaan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1348 H yang di Iran jatuh pada hari ini, Senin (26/6/2017).

Komunikasi telefon antara keduanya ini tercatat sebagai yang kedua kalinya sejak Qatar dilandasi krisis hubungan dengan tiga negara jirannya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, serta Mesir.

Dalam percakapan ini Presiden Rouhani menegaskan penolakan negaranya terhadap tekanan kubu Saudi terhadap Qatar, sementara Emir Tamim menegaskan pintu Qatar terbuka bagi kerjasama dengan Iran.

“Iran menolak blokade terhadap Qatar. Udara, darat dan laut Iran selalu terbuka bagi Qatar selaku negara jiran dan saudara. Membantu ekonomi Qatar dan pertumbuhan hubungan, terutama di sektor tertentu, bisa menjadi tujuan bersama kedua nagara,” ungkap Rouhani.

Dia menegaskan dukungan Teheran kepada rakyat dan pemerintah Qatar sembari mengatakan, “Tekanan dan sanksi bukan cara yang benar untuk mengatasi perselisihan antarnegara… Hubungan persaudaraan dan persahabatan antara Iran dan Qatar adalah untuk kemaslahatan kawasan.”

Dia menambahkan, “Sikap moderat dan rasionalitas harus mewarnai hubungan antarnegara regional, dan kami berharap problematika regional dapat diselesaikan melalui jalur dialog, dan Iran siap berpartisipasi dan membantu memulihkan stabilitas regional… Dunia Islam harus bersatu dan harmonis, Iran dan Qatar dapat bekerjasama untuk mewujudkannya.”

Di pihak lain, Emir Qatar mengatakan, “Pengkuan Qatar terbuka untuk interaksi dan kerjasama dengan Iran. Hubungan Iran – Qatar selama ini selalu berkembang, kokoh, dan kami siap mengembangkan kerjasama ini di semua bidang serta siap pula bekerjasama untuk mengatasi problematika dunia Islam.”

Dia melanjutkan, “Dunia Islam mengalami kondisi sulit, dan penyelesaikan masalah memerlukan pengutamaan bahasa yang bijak dan dialog.”

Pernyataan ini Emir Qatar ini sekaligus merupakan penolakan terhadap desakan kubu Saudi supaya Qatar memutuskan atau mengurangi taraf hubungannya dengan Iran.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar, kemudian menerapkan beberapa sanksi terhadap Doha dengan menutup zona darat, laut, dan udaranya bagi Qatar, namun Iran dan Turki justru bangkit memasok kebutuhan Qatar.

Kubu Saudi itu telah mengajukan daftar tuntutannya kepada Qatar berisikan 12 poin sembari menetapkan tenggat waktu 10 hari bagi Qatar untuk menerapkannya demi menyudahi sanksi tersebut.

Kubu Saudi antara lain menuntut penutupan jaringan berita TV Al-Jazeera, menurunkan level hubungan diplomatiknya dengan Iran, menutup pangkalan militer Turki di Qatar, dan memutus hubungannya dengan kelompok-kelompok yang mereka sebut teroris, termasuk Ikhwanul Muslimin dan Hizbullah. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL