mesir-dan-qatarKairo, LiputanIslam.com –  Hubungan Mesir-Qatar memanas menyusul rencana TV al-Jazeera milik Qatar menayangkan sebuah film dokumenter berjudul “Tentara, Kisah Rekrutmen Paksa di Mesir” yang dinilai menghina negara dan tentara Mesir.

Para wartawan Mesir memperolok tentara Qatar, dan bahkan ada yang mengancam akan memublikasi penggalan “video mesum” anggota keluarga dinasti yang berkuasa di Qatar

Wartawan Tamir Abdul Munim  di halaman Twitternya menuliskan, “Jika film yang menghina tentara Mesir jadi ditayangkan di channel al-Jazeera maka Qatar tinggal membuka liang kuburnya.”

Jurnalis lain, Khalid Abu Bakar, yang juga seorang pengacara, juga mengecam Qatar melalui Twitter.

“Emir Qatar mendanai channel al-Jazeera yang berbuat film lancang terhadap tentara Mesir. Orang yang merongrong leluhurnya, dan siapa yang digerakkan oleh para wanitanya jangan harap kecuali kehinaan baginya,” tulisnya.

Jurnalis yang juga anggota parlemen Mesir Usama Sharshar kepada al-Youm7 mengatakan, “Sepatu bot tentara Mesir Mesir lebih mulia daripada keluarga yang berkuasa di Qatar.”

Beberapa wartawan lain juga membuat pernyataan yang meremehkan dan menghina tentara Qatar, sementara wartawan Rifat al-Said yang juga ketua dewan penasehat partai al-Tajammu’ dalam sebuah acara di TV al-Ashimah via telefon mengatakan, “Konflik kita dengan Qatar permanen, Qatar berusaha mengembalikan kekuasaan kelompok Ikhwanul Muslimin… Batalion terkecil tentara Mesir sebanding dengan seluruh tentara Qatar. Qatar adalah pangkalan Amerika Serikat di dunia Arab.”

Wartawan Ahmad Mousa di TV Sada al-Balad mengklaim ada beberapa penggalan video mesum keluarga rezim Qatar tapi tak patut ditayangkan demi menghormati pemirsa.

Para aktivis tidak percaya keberadaan video itu dengan alasan bahwa seandainya dia memiliki video itu maka dia tidak akan ragu-ragu menyebarnya.

Al-Jazeera sendiri menyayangkan reaksi tersebut dan mengaku heran mengapa “pemerintah Mesir mengerahkan semua perangkat, kaki tangan, dan lidahnya yang panjang dan pendek hanya demi melawan sebuah program yang durasinya tak lebih dari satu jam.”

Al-Jazeera menyatakan akan tetap menayangkan flim dokumenter itu dan mengklaim bahwa reaksi itu sangat berlebihan dan menunjukkan adanya rahasia dan fakta yang hendak ditutupi oleh sebagian kalangan.

Sementara itu, sejumlah anggota parlemen Mesir mengimbau pemerintah negara ini supaya menutup Kedutaan Besar Qatar di Kairo dan memutuskan hubungannya dengan Qatar sebagai reaksi tindakan al-Jazeera. (mm/arabi21/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL