GazaCity, LiputanIslam.com –  Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Khalil al-Hayya, menyatakan pihaknya sangat mengharapkan penyeleisan krisis hubungan Qatar dengan sejumlah negara jirannya di Teluk Persia. Dia juga mengatakan bahwa Hamas berusaha mengembangkan hubungannya dengan Republik Islam Iran.

“Hamas tidak menghendaki hubungannya bermasalah dengan Qatar, dan kami meminta kepada saudara-saudara kami di kawasan Teluk menyelesaikan masalahnya secepat mungkin, karena yang diuntungkan oleh masalah ini hanyalah pihak musuh,” katanya kepada wartawan di kota Gaza, Minggu (18/6/2017).

Dia melanjutkan, “Krisis ini tidak mempengaruhi hubungan kami dengan Qatar, dan kami masih berada di negara ini. Kami menghendaki hubungan baik dengan semua pihak.”

Hubungan Qatar dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain meradang belakangan ini menyusul  bocornya rekaman suara yang disebut-sebut sebagai pernyataan Emir Qatar Syeikh Tamim Bin Hamad al-Thani mengenai hubungan baiknya dengan Hamas, Ikhwanul Muslimin, dan Iran.

Diikuti Mesir, tiga negara Arab Teluk itu menunjukkan kemarahannya atas pernyataan ini dengan memutus hubungan masing-masing dengan Qatar dan memboikot negara kecil namun kaya raya ini.

Mengenai Iran al-Hayya mengatakan, “Hubungan Hamas dengan Iran baik, dan kami tidak bermaksud merahasiakan hubungan ini. Sebaliknya, kami berusaha memperkuat hubungan ini.”

Dia juga berbicara mengenai Mesir dengan mengatakan bahwa negara ini dapat melakukan tindakan untuk mengurangi krisis yang dipaksakan terhadap Jalur gaza.  Menurutnya, hubungan Hamas dengan Kairo juga terus berkembang dan stabil. (mm/almayadeen)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL