bom kluster saudiBeirut, LiputanIslam.com – Berbagai cara keji terus dilakukan Arab Saudi dan sekutunya untuk menundukkan Yaman, termasuk dengan menggunakan bom curah/tandan (cluster) yang dilarang oleh masyarakat internasional.

Lembaga internasional Human Right Watch (HRW) menyatakan Saudi kembali menggunakan bom-bom curah (cluster) yang kali ini dijatuhkan di berbagai kawasan sipil di Sanaa. Direktur HRW, Steve Goose, sebagaimana dilansir situs HRW, Kamis (7/1), mengatakan, “Penggunaan kembali bom curah oleh pasukan koalisi ke tengah kota padat penduduk menunjukkan maksud untuk menyakiti penduduk , dan ini merupakan kejahatan perang.”

Dia menambahkan bahwa serangan itu memperlihatkan betapa pasukan koalisi semakin tidak peduli kepada keharusan menjauhkan warga sipil dari perang.

HRW memperlihatkan beberapa foto yang diambil di Sanaa pada 6 Januari. Dalam foto itu terlihat bekas-bekas bom curah yang beberapa di antara submesiunya gagal meledak.

HRW mengidentifikasi amunisi-amunisi yang ada adalah buatan Amerika Serikat (AS) jenis BLU-63 anti personil/submunisi anti-perlengkapan, dan komponen bom curah CBU-58. Tanda yang ada pada sisa-sisa bom menunjukkan bahwa senjata terlarang itu diproduksi di Pabrik Amunisi Milan Army di negara bagian Tennessee, AS, pada tahun 1978.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Yaman menyatakan satu unit helikopter Apache milik Arab Saudi tertembak jatuh di distrik Midi, provinsi Hajjah, bagian barat Yaman.

Sebagaimana dilansir al-Mayadeen, Kemhan Yaman menyatakan helikopter militer Saudi itu tertembak jatuh dalam pertempuran sengit tentara dan pasukan rakyat Yaman melawan pasukan loyalis Abd Rabbuh Mansour Hadi (presiden Yaman) dan pasukan koalisi pimpinan Saudi di distrik Midi.

Disebutkan pula bahwa jet-jet bomber Saudi Jumat dini hari telah menggempur distrik Arhab di utara Sanaa, ibu kota Yaman.
Di pihak lain, otoritas keamanan Arab Saudi menyatakan tiga orang Saudi tewas dan sembilan lainnya luka-luka terkena serangan mortir dari arah Yaman di wilayah perbatasan kedua negara.

Juru bicara lembaga manajemen pertahanan sipil Saudi di kawasan Jizan, Mayor Yahya Abdollah al-Qahtani, dalam statamennya yang dilansir DPA Jumat (8/1) menyatakan bahwa regu pertahanan sipil Kamis sore (7/1) melaporkan bahwa beberapa peluru mortir yang meluncur dari arah Yaman telah jatuh di dua provinsi Harath dan Aridhah di bagian barat daya Saudi, mengakibatkan tiga orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka.

Seperti diketahui, dengan dalih membela Mansour Hadi, Saudi dan sekutunya menggelar serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dengan tujuan menundukkan milisi Ansarallah (Houthi) yang didukung militer Yaman loyalis mantan presiden Ali Abdullah Shaleh. Semula Saudi bersumpah bahwa pihaknya akan dapat segera menumpas Houthi dan pendukungnya, namun sampai sekarang tak ada tanda-tanda sumpahnya akan menjadi kenyataan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL