Jenewa, LiputanIslam.com –  Organisasi Human Roght Watch (HRW) menyatakan Arab Saudi berusaha berkelit dari penyelidikan yang didukung oleh PBB terkait dengan kejahatan perang di Yaman.

HRW mendukung pengajuan dua draf resolusi yang bersaing mengenai Yaman pada sidang Dewan HAM PBB yang sedang berlangsung di Jenewa.

Satu resolusi di antaranya yang diajukan oleh sekelompok negara Eropa dan Kanada mencanangkan perpanjangan satu tahun masa penyelidikan, terutama setelah penyelidikan pada bulan lalu mendapat bukti-bukti untuk dugaan adanya kejahatan perang dari semua pihak yang bertikai di Yaman, termasuk pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Satu draf lainnya yang diajukan oleh Tunisia yang mewakili sekelompok negara Arab tidak menyinggung perpanjangan masa penyelidikan, namun menyerukan kepada komisi nasional agar melakukan penyelidikan di Yaman.

Saudi dan sekutunya dalam perang Yaman, Uni Emirat Arab (UEA), merupakan dua anggota dari pihak Arab di Dewan HAM yang terdiri atas 47 anggota.

Direktur HRW John Fisher di Jenewa dalam statemennya, Jumat (21/9/2018), menyatakan, “Kampanye koalisi yang dipimpin Saudi untuk mendiskreditkan dan merongrong penyelidikan PBB terhadap pelanggaran oleh semua pihak yang bertikai Yaman adalah upaya terang-terangan lain untuk menghindari penyelidikan aksi koalisi sendiri di Yaman.”

Dia menambahkan, “Dewan HAM tak boleh gagal untuk warga sipil Yaman. Negara harus memperbarui mandat (penyelidikan) atau risiko kredibilitas Dewan.”

Upaya diplomatik terkait draf ini diduga akan terus berlanjut sebelum sidang Dewan HAM ditutup minggu depan. Para diplomat Saudi mengancam akan melakukan pembalasan ekonomi terhadap negara-negara yang mendukung draf tersebut.

Koalisi pimpinan-Saudi mengintervensi Yaman sejak tahun 2015 untuk memerangi kelompok pejuang (Ansarullah) yang bertikai dengan pemerintahan presiden tersingkir Yaman, Abedrabbo Mansour Hadi.

Sejak itu Yaman mengalami apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan perkiraan 10.000 orang tewas dan jutaan orang berisiko kelaparan.

Koalisi pimpinan Saudi telah dituduh telah membom beberapa sasaran sipil, termasuk bus dan rumah sakit. (mm/nst)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*