bom mobil suriahBeirut, LiputanIslam.com – Lembaga pemantau HAM internasional Human Rights Watch (HRW) menyatakan bahwa kelompo-kelompok pemberontak Suriah telah melakukan aksi pelanggaran yang menyebabkan ratusan warga sipil terbunuh dan cacat serta menghancurkan berbagai fasilitas publik. Karena itu, HRW menyerukan supaya berkas konflik Suriah dibawa ke Mahkamah Kejahatan Internasional serta diterapkan embargo senjata terhadap para pelanggar.

“Bom-bom mobil dan roket-roket para pemberontak telah membunuhi warga sipil,” ungkap HRW dalam menyimpulkan laporannya mengenai pelanggaran hukum perang yang dilakukan oleh para pemberontak Suriah, sebagaimana dikutip al-Mayadeen, Senin (23/3/2015).

Menurut lembaga swadaya masyarakat internasional ini, pemberontak Suriah kerap melancarkan serangan secara membabi buta di berbagai kawasan padat penduduk yang dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah.

Secara lebih rinci HRW menyebutkan bahwa belakangan ini para pemberontak Suriah telah melancarkan 17 serangan bom mobil dan bom rakitan di Rif Damaskus, enam operasi serangan di kawasan al-Zahra dan Ikrimah di Homs, satu operasi di desa Thabitiah, dan satu operasi serangan lagi di tengah kota Damaskus.

Mereka meledakkan bom di berbagai kawasan perdagangan dan padat penduduk, dan dalam beberapa kasus mereka meledakkan dua bom secara bergantian di satu lokasi agar jumlah korban menjadi berlipat ganda.

Keterangan para saksi mata yang dihimpun oleh HRW menyatakan bahwa di lokasi ledakan maupun kawasan sekitarnya tidak ada sasaran-sasaran militer.

HRW juga menyebutkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata menembakkan peluru-peluru artileri dan roket-roket rakitan lokal di Homs serta Damaskus dan kawasan sekitarnya, yang sebagian di antaranya menimpa sekolah-sekolah yang penuh dengan para siswa.

Atas dasar ini, HRW menyerukan supaya berkas konflik Suriah dilimpahkan ke Mahkamah Kejahatan Internasional, diterapkan ketentuan embargo senjata terhadap semua pihak yang melanggar hukum, dan para pelakunya dikenai hukuman yang setimpal. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*