رايتس ووتش تحدد موقع اعدام جماعي لعراقيين بايدي ارهابيي داعشNew York, LiputanIslam.com – Lembaga Pengawas HAM Internasional (HRW) membenarkan adanya pembunuhan massal oleh milisi Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada pertengahan Juni lalu, yaitu tak lama setelah kelompok ekstrim itu menayangkan foto-foto aksinya mengeksekusi puluhan warga Irak yang mengenakan pakaian sipil. Lembaga ini juga mengaku dapat memastikan beberapa lokasi pembantaian massal setelah melakukan analisa komparatif antara foto-foto yang dipublikasikan ISIS dan gambar-gambar yang didapat HRW dari hasil pencitraan satelit.

HRW dalam statemennya yang dikutip al-Alam Jumat (27/6/2014) menyatakan bahwa analisa fotografi dan gambar hasil pencitraan satelit memberikan indikasi kuat bahwa ISIS telah melakukan pembunuhan massal di Tikrit setelah mereka menguasai kota ini pada tanggal 11 Juni lalu. Lembaga ini memperkirakan sedikitnya 160 hingga 190 orang telah dieksekusi secara massal oleh ISIS pada tanggal antara 11 sampai 14 Juni.

ISIS sendiri mengklaim telah mengeksekusi 1,700 warga di Tikrit, sedangkan HRW menyatakan bahwa jumlah korban bisa jadi jauh lebih banyak daripada jumlah jenazah yang telah ditemukan. HRW mengaku sejauh ini masih sulit mengakses lokasi pembantaian.
“Foto-foto dan gambar-gambar pencitraan satelit dari Tikrit memberikan bukti kuat adanya kejahatan perang yang mengerikan dan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. ISIS tampaknya telah mengeksekusi sedikitnya 160 pria di Tikrit,” ungkap Peter Bouckaert, kepala bidang gawat darurat HRW. irak korban massacre04

HRW mengaku sudah dapat memastikan lokasi kubangan tanah tempat ISIS mengeksekusi dan mengubur para para korban secara massal. Kepastian didapat melalui analisis perbandingan gambar hasil pencitraan satelit pada tahun 2013 dengan foto-foto yang dipublikasikan ISIS belum lama ini. Menurut lembaga yang bermarkas di New York, AS, ini ada dua kubangan yang letaknya berada di lokasi yang sama, sedangkan satu kubangan lagi belum dapat dipastikan.

HRW mengingatkan, “Pembunuhan terhadap siapapun yang tidak terlibat dalam aksi kekerasan, termasuk personil bersenjata yang sudah menyerahkan senjata serta para tawanan tergolong sebagai kejahatan perang.” Lembaga ini menambahkan, “Pembunuhan yang terjadi secara sistematis, atau tersebar dan dilakukan secara terencana dan disengaja oleh sebuah komunitas yang teroganisir dapat dianggap sebagai kejahatan anti kemanusiaan.”

Bouckaert menegaskan, “ISIS telah melakukan pembunuhan massal sekaligus memublikasikannya. Karena itu, mereka dan pasukan-pasukan kejam lainnya harus mengetahui bahwa mata semua orang Irak dan dunia menatap mereka.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL