suriah militan anakNew York, LiputanIslam.com – Lembaga Pengawas HAM Internasional (HRW) menyatakan kelompok-kelompok militan di Suriah telah merekrut anak-anak kecil untuk ikut berperang, dan dengan demikian kelompok-kelompok itu beserta para pendukungnya dapat dianggap telah melakukan kejahatan perang.

Menurut laporan Press TV, HRW dalam laporannya pada Ahad (22/6/2014) menyatakan, militan di Suriah menggunakan anak-anak kecil usia 15 tahun untuk bertempur serta merekrut anak-anak remaja dengan kedok memberikan layanan pendidikan.

HRW mengaku telah mewancara 25 “serdadu kecil” yang ikut bertempur bersama kelompok-kelompok militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS), Pasukan Kebebasan Suriah (FSA), Front Islam, al-Nusra, dan pasukan Kurdi.

Anak-anak kecil itu mengatakan ikut dalam pertempuran sebagai penjaga pos, mata-mata, penembak jitu, dan pembawa suplai ke front depan. Banyak di antara mereka mengaku bergabung dengan kelompok-kelompok militan karena mengikuti keluarga dan temannya, dan sebagian lain mengaku direkrut setelah mengikuti aksi-aksi protes anti pemerintah.

Belum diketahui total jumlah anak-anak kecil yang ikut bertempur bersama kelompok-kelompok militan di Suriah. Namun, lembaga Pusat Dokumentasi Pelanggaran menyatakan bahwa sebanyak 194 anak kecil “non-sipil” tewas dalam konflik yang berkobar di Suriah sejak September 2011.

HRW menyerukan kepada kelompok-kelompok militan supaya berhenti merekrut anak-anak kecil. Lembaga ini mengingatkan, “Siapapun yang menyediakan dana untuk mengirim anak-anak kecil ke medan perang dapat dianggap terlibat dalam kejahatan perang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL