rudal burkan 1 yaman2Sanaa, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi pimpinan Arab Sadui mengklaim milisi Ansarullah (Houthi) bermaksud menghantamkan rudal jarak jauhnya ke kota suci Mekkah al-Mukarramah, Arab Saudi, yang berjarak sekira 500 km dari perbatasan Yaman.

“Rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi pada pukul 21,00 hari ini (Kamis) dari provinsi Sa’dah  ke arah kawasan Mekkah berhasil dirontokkan,” ungkap pasukan koalisi dalam statemennya, sembari menyebutkan bahwa rudal itu merupakan yang kedua kalinya dalam bulan ini, dan berhasil dihancurkan tanpa menimbulkan kerugian apapun.

Klaim Saudi itu dibantah keras oleh Ansarullah. Mohammed al-Bukhaiti, anggota biro politik Ansarullah, Jumat (28/10/2016) kepada kantor berita Jerman, DPA, mengatakan, “Kami tidak menyasar warga sipil Saudi, dan karena itu kami juga tidak mungkin menyasar tempat-tempat suci.”

Dia menjelaskan bahwa pihaknya hanya membidik posisi-posisi militer di kedalaman wilayah Saudi “dalam rangka pertahanan diri dan perlawanan terhadap agresi.”

Menurutnya, klaim pasukan koalisi itu dusta belaka dan bertujuan “mencari simpati dari orang-orang awam di antara umat Islam, dan dari khalayak internasional.”

“Setelah kejahatan Saudi terhadap orang-orang Yaman terungkap hingga mengundang simpati dunia kepada Yaman, Saudi lantas menggunakan klaim-klaim seperti ini untuk mendapatkan perhatian. Saudilah yang mencemarkan agama Islam, baik menyangkut keterlibatannya dalam pendanaan kelompok-kelompok teroris maupun menyangkut kejahatannya di Yaman,” terangnya

Sebelumnya, sumber militer Kemhan Yaman menyatakan bahwa pasukan rudal negara ini telah menghantam Bandara King Abdulaziz, Jeddah, dengan rudal Burkan 1. Rudal balistik ini diklaim tepat mengena sasaran hingga menimbulkan kerusakan besar.

Pernyataan pihak Yaman ini lantas disusul dengan pernyataan Saudi dan sekutunya bahwa Ansarullah berusaha merudal Mekkah al-Mukarramah namun berhasil dirontokkan dengan rudal Patriot buatan Amerika Serikat. (Baca: Rudal Yaman Hantam Bandara Jeddah, Saudi Bawa Nama Mekkah)

Tampak bahwa kebuntuan Saudi dan sekutunya dalam serangannya ke Yaman sejak Maret 2015 sampai sekarang telah membuat Riyadh menghalalkan segala cara, termasuk dengan mencatut nama kota suci Mekkah agar seluruh umat Islam membenci Ansarullah dan lalu ikut memerangi kelompok ini.

Semula Saudi bersumpah akan dapat membasmi Ansarullah dalam tempo beberapa minggu sejak dimulainya serangan koalisi Arab ke Yaman. Nyatanya, Ansarullah sampai sekarang tetap solid dan masih eksis di Sanaa, ibu kota Yaman, bersama sekutunya, tentara loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Belakangan Saudi dan sekutunya menjadi sasaran kecaman internasional atas serangannya yang menewaskan ratusan pelayat di Sanaa. Kerunyaman citra Saudi cs ini membuat mereka gelap mata sehingga berusaha mengagitasi umat Islam dunia dengan cara membawa-bawa keagungan nama Mekkah al-Mukarramah.  Padahal, seandainyapun Ansarullah tidak menyucikan Mekkah dan “kafir” sebagaimana dituding kaum Wahabi Saudi, tidak mungkin milisi ini bertindak sekonyol dan sebodoh itu karena hanya akan menjerumuskan dirinya dalam jurang kehancuran melawan umat Islam. (mm/irna/dpa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL