Beirut, LiputanIslam.com –  Gerakan pejuang Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa latihan perang yang digelar Amerika Serikat (AS) di Yordania bertendensi menyerang dan menduduki sebuah wilayah Suriah dengan dalih memerangi ISIS padahal  kawanan teroris takfiri ini tidak ada di wilayah tersebut.

Sumber anonim Hizbullah, Selasa (9/5/2017), menegaskan, “Suriah dan semua sekutunya memantau dari dekat apa yang hendak diupayakan oleh AS dari keberadaannya di wilayah perbatasan Yordania – Suriah, meneropong pergerakan mereka di kawasan ini, dan telah memantau pergerakan pasukan AS, Inggris dan Yordania menuju wilayah Suriah.”

Dia menambahkan, “Latihan perang yang dilaksanakan dewasa ini di perbatasan Yordania – Suriah mencurigakan, dimaksudkan untuk menyembunyikan rencananya menyerang dan menduduki tanah-tanah Suriah dengan dalih memerangi ISIS yang dewasa ini tidak ada di perbatasan itu. AS dan para sekutunya akan membayar mahal dan akan menjadi sasaran serangan jika mereka menghalalkan tanah Suriah.”

Ahad lalu pemerintah Yordania mengumumkan dimulainya latihan perang bersandi “Eager Lion” 2017 yang diikuti oleh AS dan 20 negara lain dan akan berlanjut sampai 18 Mei mendatang.

Jubir latihan perang ini Brigjen Khaled al-Shir’ah mengatakan, “Latihan perang Eager Lion yang jilid pertamanya digelar pada tahun 2011 akan digelar pada kali ketujuh berturut-turut, akan diselenggarakan tahun ini dengan melibatkan angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara yang jumlahnya mendekati 7200 personil.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL