Beirut, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah menuding Arab Saudi berusaha memblokir Hizbullah dan menghalangi representasinya dalam pemerintah baru Lebanon.

Hizbullah menyebutkan bahwa Saudi berusaha membentuk sebuah faksi parlemen yang berlawanan dengan Hizbullah untuk memblokir dan mencegahnya masuk dalam komposisi pemerintahan baru Lebanon serta mengandaskan arti kemenangan yang telah dicapai Hizbullah dalam pemilu parlemen.

Anggota Dewan Pusat Hizbullah Nabil Qaouk mengatakan, “Saudi ingin Hizbullah tidak masuk dalam pemerintahan baru Lebanon, tapi Hizbullah tetap akan memasukinya secara signifikan dan efektif. Lebanon bukan gelanggang yang tepat bagi Saudi untuk mewujudkan interesnya terhadap Poros Resistensi.”

Dia menjelaskan, “Sebagaimana Saudi bercampurtangan dalam pemilu parlemen, negara ini sekarang juga melakukan campur tangan pada tahap pasca pemilu dan proses pembentukan pemerintahan. Campur tangan dalam urusan internal Lebanon ini bahkan mencetak rekor. Ia mencampuri urusan pencalonan, penyusunan daftar calon, dan pembelian suara, demikian pula urusan keorganisasian partai-partai Lebanon. Dan sekarang Saudi terlibat dalam proses pembentukan sebuah faksi parlemen untuk menghadapi, memblokade, melemahkan, dan melumpuhkan Poros Resistensi.” (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*