Beirut, LiputanIslam.com –  Wakil Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem menyatakan bahwa hubungan antara Hizbullah dan Kerajaan Arab Saudi “sangat negatif, tapi tidak berarti ada komunikasi dan keterbukaan untuk mencapai tema-tema dan perkara kolektif.

Qassem juga menuding Saudi berusaha mengandaskan perjuangan kubu muqawamah (resistensi anti Zionis Israel).

“Mereka berisiniatif untuk menghadang kubu muqawamah dan agendanya, memberikan pernyataan-pernyataan negatif, mengagresi Yaman, dan memasuki perang besar di Suriah,” ujarnya dalam  wawancara televisi, Ahad (29/10/2017).

Dia menambahkan bahwa problema utama di kawasan Timteng sekarang adalah Saudi sendiri karena menjalankan kebijakan dan menempuh cara-cara yang sangat jauh dari aspirasi berbagai negara dan bangsa di sekitarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Hizbullah siap memperbarui hubungannya dengan Saudi, tapi dengan syarat Riyadh bersedia mengubah kebijakannya di Timteng dan menempuh opsi-opsi yang independen, dan tidak terikat dengan siapapun.

“Jika demikian maka hubungan antara Hizbullah dan Saudi akan kembali normal,” pungkasnya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL