Hizbullah Syeikh Nabil QaoukBeirut, LiputanIslam.com – Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Syeikh Nabil Qaouk menegaskan sikap Hizbullah tidak berubah sedikitpun meski mendapat tekanan di dunia Arab dan Islam. Pernyataan ini dikemukakan terkait resolusi Konferensi Tingkat Tinggi KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-13 yang menyudutkan posisi Hizbullah yang berjuang di front terdepan melawan Rezim Zionis Israel.

“Pihak-pihak yang mengeluarkan resolusi itu terlalu lemah dan kecil untuk dapat mematahkan tekad dan kehendak Hizbullah,” tegas Qaouk dalam sebuah acara di distrik Ansariyah, Lebanon Selatan, sebagaimana dilansir IRNA, Senin (18/4). (Baca: Terpengaruh Saudi, OKI Jadi Sudutkan Iran dan Hizbullah)

Dia menambahkan, “Mereka harus tahu bahwa mereka tak dapat bersembunyi di balik pertemuan-pertemuan Arab, Teluk (Persia), dan Islam. Mereka tak dapat menutupi darah yang menodai kening pihak-pihak yang mengagresi orang-orang yang sejalan dengan kami di Yaman, Bahrain, Irak dan Suriah.”

Dia menegaskan bahwa agresi dan permusuhan rezim Arab Saudi terhadap kubu muqawamah (perlawanan terhadap Israel) lebih dahsyat daripada apa yang selama ini didengungkan oleh Riyadh sendiri, namun Saudi gagal, menanggung banyak kerugian, kehilangan kedudukan dan peranannya di dunia, dan ini semua tak dapat ditebus oleh Saudi dengan bermain di balik deklarasi-deklarasi pertemuan negara-negara Islam dan Arab.

Dia memastikan bahwa sepak terjang anti Hizbullah yang dilancarkan Saudi justru menambah simpati publik kepada organisasi pejuang Islam Lebanon ini.

“Semua tekanan, ancaman, fitnah, dan provokasi Saudi itu tidak dapat mematahkan tekad dan kehendak kubu muqawamah. Sebaliknya, tindakan itu justru menambahkan jumlah simpatisan kubu muqawamah, terutama simpatisan Sekjen Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, di dunia Arab dan Islam,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL