milisi hizbullah lebanonBeirut, LiputanIslam.com –  Pejuang Hizbullah Lebanon berhasil menguasai 64 persen kawasan yang semula menjadi sarang dua kelompok teroris besar Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Front al-Nusra di wilayah perbatasan antara Lebanon dan Suriah. Demikian dilaporkan TV al-Manar yang berbasis di Beirut, Senin (8/6).

Sejak memulai operasi anti teroris di sepanjang dataran tinggi timur Lebanon sampai sekarang, Hizbullah berhasil membersihkan kawasan seluas 225 km persegi di dataran tinggi tersebut, 110 km di antaranya terletak di Jroud Arsal di bagian timur Lebanon, dari keberadaan kawanan teroris.

Menurut al-Manar, selain membersihkan kawasan seluas 110 km persegi di Jroud Arsal, Hizbullah juga menguasai kawasan lain seluas 115 km persegi di dataran tinggi Brital dan Nahlah.

Kemudian, milisi Hizbullah dan tentara Suriah di kawasan perbatasan Qalamoun di bagian barat Suriah juga berhasil membersihkan dan membebaskan wilayah seluas 287 km persegi, termasuk datangan tinggi Falita seluas 50 km.

Dengan demikian, lanjut al-Manar, sejak awal operasi di kawasan perbatasan Lebanon – Suriah sampai sekarang sebanyak lebih dari separuh kawasan yang semula diduduki ISIS dan al-Nusra sudah terlepas dari kawanan teroris, dan kendali terhadap lebih dari 90 persen wilayah yang semula dikuasai Front al-Nusra kini berada di tangan pejuang Hizbullah.

TV milik Hizbullah ini menambahkan bahwa sejauh ini hampir 512 km persegi dari 800 km persegi kawasan yang semula dikuasai ISIS dan al-Nusra di dataran tinggi antara Suriah dan Lebanon telah bebas dari keberadaan kawanan teroris.

Bekerjasama dengan tentara Suriah, para pejuang Hizbullah memulai operasi ganyang teroris di wilayah perbatasan Lebanon Suriah sejak sekitar satu bulan lalu.

Pada musim panas tahun lalu ISIS dan al-Nusra masuk ke wilayah Lebanon dari wilayah Suriah. Mereka menyerang pusat-pusat militer dan keamanan serta menyandera puluhan tentara dan aparat keamanan Lebanon.

Berbekal para sandera itu mereka menuntut pembebasan rekan-rekan mereka yang dari penjara-penjara Lebanon, meminta dana tebusan dari pemerintah Lebanon, dan mendesak Hizbullah supaya menarik pasukannya dari Suriah.

Pertempuran di kawasan Arsal bermula setelah tentara Lebanon menangkap satu anggota Front al-Nusra yang merupakan cabang al-Qaeda di Suriah.  Para teroris al-Nusra menyerang sebuah markas keamanan di kota Arsal yang terletak tak jauh dari wilayah perbatasan Lebanon-Suriah, mengakibatkan empat orang, dua di antaranya sipil, terbunuh , dan sebanyak 20 tentara Lebanon ditangkap sebagai sandera. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL