lebanon hizbullah ibrahim al-sayedBeirut, LiputanIslam.com – Ketua dewan politik Hizbullah Lebanon Ibrahim Amin al-Sayed menyatakan perang Suriah jauh lebih berbahaya daripada perang Hizbullah melawan Israel pada tahun 2006.

“Perang di Suriah sekarang ini jauh lebih berbahaya daripada perang yang dilancarkan musuh, Zionis, terhadap Lebanon pada musim panas 2006, sebab pihak-pihak yang dalam perang 33 hari itu dulu bersikap netral sekarang justru berada di arena perang untuk menjatuhkan Suriah dan kubu muqawamah (perlawanan terhadap Israel),” ungkap al-Sayed dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional dan partai Lebanon di Beirut, sebagaimana dilansir IRNA, Kamis (18/8/2016).

Dia bersyukur karena bahaya perang Suriah yang dikobarkan oleh kaum takfiri pada akhirnya dapat dikendalikan.

“Alhamdulillah, kami dapat mengandaskan tujuan-tujuan rumit perang besar internasional dan regional terhadap Suriah ini, dan sekarang semua orang di dunia, termasuk pihak-pihak yang memberikan dukungan penuh kepada kelompok-kelompok teroris takfiri, mengetahui bahaya para teroris ini,” ujarnya.

Dia juga memuji Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan mengatakan, “Bashar al-Assad telah berdiri solid, berani, dan percaya kepada kemenangan sehingga tersedia peluang untuk mendapatkan bantuan dari para sekutu dan sahabatnya… Berkat kesolidan dan resistensi Suriah, kita sekarang menyaksikan terciptanya keseimbangan kekuatan di kawasan, terkikisnya serangan media, dan keruntuhan obsesi politik untuk mengubah pemerintahan Suriah.”

Ibrahim Amin al-Sayed mengapresiasi optimalisasi kerjasama Rusia dengan Iran dalam isu Suriah sehingga Rusia sekarang dapat menggunakan pangkalan udara Hamadan milik Iran untuk melancarkan serangan udara terhadap para teroris di Suriah. (Baca:Pertama Kali, Rusia Gunakan Wilayah Iran Untuk Serang ISIS )

Dia menegaskan,“Ini merupakan salah satu pertanda terbentuknya keseimbangan baru kekuatan di kawasan, memudarnya koalisi internasional, dan menjadi duri bagi Barat… Gagalnya rencana Amerika-Zionis di Suriah, dan buyarnya impian sebagian pihak untuk mengubah keseimbangan kekuatan di Lebanon telah membuat mereka terpaksa mundur dan memberikan konsesi-konsesi tertentu.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL