Naim QassemBeirut, LiputanIslam.com –   Gerakan Hizbullah, Lebanon, menegaskan bahwa bebasnya kota Aleppo, Suriah utara, dari pendudukan kubu pemberontak dan teroris menandai kekandasan agenda Barat dan sekutunya di Timteng untuk mengubah Suriah dari negara musuh menjadi negara sahabat Rezim Zionis Israel.

“Pembebasan Aleppo merupakan satu kemenangan rencana pemerintah Suriah dan kubu muqawamah (resistensi) melawan perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat (AS), Israel dan para komplotannya di kawasan, dan telah mengandaskan konspirasi untuk mengubah Suriah yang resisten menjadi Suriah yang bercorak Israel,” ungkap Wakil Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem dalam wawancara dengan Radio Nour, Senin (26/12/2016).

Dia menambahkan, “Pembebasan Aleppo telah mengurangi jarak pencapaian solusi politik, memfrustasikan para pendukung solusi militer bagi krisis Suriah, dan membuktikan bahwa keberadaan Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan satu realitas yang tak dapat diabaikan dalam penyelesaian krisis ini.”

Mengenai Israel, Syeikh Qassem menilai kaum Zionis di tanah pendudukan Palestina itu sejauh ini tidak sanggup memulai perang terhadap Lebanon dan Suriah karena mereka mengetahui betapa mereka akan berhadapan dengan badai rudal yang dapat menjaungkau semua titik wilayah mereka, apalagi Hizbullah sudah memastikan akan menggempur semua wilayah itu jika terjadi perang.

Lebih jauh dia memastikan bahwa pada prinsipnya tak ada gejolak antara Sunni dan Syiah karena yang terjadi sebenarnya adalah badai propaganda sebagian media untuk mengadu domba dua kelompok besar umat Islam ini.

Dua juga menyatakan bahwa kelompok-kelompok teroris takfiri sedang berproses menuju kehancuran, namun untuk lolos sepenuhnya dari kekejian dan bahaya mereka masih diperlukan banyak waktu. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL