Beirut, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengingatkan masyarakat dunia bahwa darah para siswa korban serangan udara pasukan koalisi Arab di Hudaydah, Yaman, masih belum kering, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dukungan Amerika Serikat (AS) ini malah membuat tragedi pembantaian baru yang merenggut nyawa puluhan anak kecil dan kaum perempuan.

Seperti pernah diberitakan, jet tempur koalisi Arab telah menyerang sebuah mobil yang mengangkut banyak anak kecil dan kaum perempuan yang baru dievakuasi dari keterkucilan di daerah al-Kau’i di distrik al-Duraihimi, provinsi Hudaydah. Serangan ini menggugurkan 22 anak kecil dan empat orang perempuan serta melukai beberapa lainnya.

Hizbullah dalam statemennya yang dirilis  Jumat (24/8/2018) kemudian menyayangkan kebungkaman khalayak internasional atas tragedi demi tragedi yang terjadi di Yaman tersebut.

“Belum kering darah para siswa di Hudaydah, Saudi-AS malah membuat tragedi baru dengan korban puluhan anak kecil dan perempuan hingga jasad mereka berserakan di tanah Yaman yang tergenang darah orang-orang tertindas, sementara khalayak internasional bungkam, mencurigakan, dan cukup dengan hanya menghitung jumlah korban dan kerugian,” ungkap Hizbullah.

Hizbullah menambahkan, “Apa yang dilakukan aliansi Saudi-AS berupa pembantaian anak kecil dan kaum perempuan, penghancuran gedung-gedung sekolah, rumah sakit, pasar, dan situs-situ sejarah di Yaman merupakan kejahatan perang yang jelas ditentang oleh setiap orang mulia dan merdeka di dunia.”

Hizbullah kemudian mengimbau kepada seluruh khalayak dunia agar segera mengakhiri kebungkamannya dan mengambil sikap tegas “agar tidak justru andil dalam kejahatan kontemporer ini.”

Di bagian akhir, Hizbullah memastikan bahwa darah-darah orang-orang tak berdosa di Yaman pada akhirnya akan terbalas dan bangsa Yaman akan menang atas pihak-pihak yang bengis terhadap mereka. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*