Naim-QassemTeheran, LiputanIslam.com – Gerakan Hizbullah Lebanon turut mengutuk serangan teror terhadap majalah Perancis Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang, termasuk pemimpin redaksinya, Stephane Charbonnier.

“Para teroris yang Rabu lalu menebar pembunuhan di Perancis bukan Muslim, sebab Islam menolak aksi teror dan penumpahan darah orang yang tak berdosa,” ujar Wakil Sekjen Hizbullah Syekh Naim Qassim dalam wawancara dengan TV Iran Kamis malam (8/1/2015), sebagaimana dilaporkan IRNA.

Meski demikian, di saat yang sama dia juga mengecam Barat yang, menurutnya, telah memelihara para teroris.

“Barat sendiri adalah pemelihara para teroris dan sengaja mengenakan gaun Islam pada mereka, namun Islam sama sekali tidak ada kaitannya dengan teroris,” ujarnya.

Syeikh Naim Qassim menyoal mengapa para pelaku serangan yang berkewarganegaraan Perancis dan sejak awal sudah terendus sebagai teroris dibiarkan berkeliaran secara leluasa.

“Sebabnya tak lain adalah karena serangan seperti itu adalah proyek untuk menebar Islamfobia,” tegasnya.

Sebelumnya, kecaman terhadap serangan teror itu juga dinyatakan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marziyeh Afkham pada Rabu malam. Dia menegaskan bahwa serangan teror yang menyebabkan kematian orang-orang yang tak berdosa bertentangan dengan ajaran Islam.

Di saat yang sama, Afkham juga mengecam keras tindakan-tindakan pelecehan terhadap Islam seperti yang biasa dilakukan oleh majalah Charlie Hebdo atas nama kebebasan berekspresi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*