Teheran, LiputanIslam.com – Hasil kajian dan berbagai laporan Amerika Serikat (AS) mengenai aktivitas milisi Hizbullah Irak atau yang juga dikenal dengan nama Gerakan al-Nujaba menyebutkan bahwa kelompok bersenjata ini telah menjadi ancaman bagi Rezim Zionis Israel.

Seperti dilaporkan RT, IRNA mengutip pernyataan kantor media dan humas al-Nujaba di Iran bahwa dua pusat kajian AS telah membuat laporan rinci mengenai muqawamah al-Nujaba serta sepak terjangnya di dekat perbatasan Israel sehingga menjadi ancaman bagi rezim penjajah Palestina ini.

Sebelumnya, lembaga Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat (Washington Institute for Near East Policy/WINEP) membuat laporan mengenai peranan Iran dalam pembentukan Gerakan al-Nujaba dan kelompok-kelompok bersenjata lain yang mengemban berbagai misi di kawasan Suriah dan Irak.

Menurut WINEP, sebagaimana Hizbullah Lebanon, Gerakan al-Nujaba dikenal loyal kepada Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei, dan karena itu gerakan ini juga menyandang nama “Hizbullah al-Nujaba” Irak serta eksis di Irak dan Suriah.

WINEP melaporkan bahwa “milisi Iran” itu cenderung menyebar mendekati pasukan yang bersekutu dengan AS di dekat perbatasan Israel.

Pada Maret 2017 Gerakan al-Nujaba mengumumkan pembentukan “Brigade Pembebasan Golan” sehingga praktis menjadi ancaman langsung bagi Israel ketika milisi itu tersebar di sepanjang perbatasan timur laut Israel.

Bersamaan dengan ini, Wilson Center yang juga merupakan lembaga think tank AS menyebutkan bahwa Harakah al-Nujaba memiliki doktrin pembebasan tempat-tempat suci di Irak dan Suriah serta mengemban misi perang melawan kelompok-kelompok teroris takfiri di Irak, Suriah, dan negara-negara lain di dunia.

Wilson Center mencatat bahwa Gerakan al-Nujaba memiliki 9000 pasukan yang dua pertiganya berada di Irak, sedangkan sisanya berada di Suriah untuk ikut memerangi teroris. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*