Beirut, LiputanIslam.com –   Kelompok pejuang Islam Lebanon Hizbullah dalam sebuah statemen terbarunya mengecam percepatan realisasi pemindahan Kedubes Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem). Bersamaan dengan ini, kelompok-kelompok pejuang Palestina menyerukan “Hari Amarah” pada Jumat mendatang .

Hizbullah mengingatkan bahwa keputusan AS yang akan direalisasikan pada peringatan Hari Nakba yang jatuh pada tanggal 14 Mei itu merupakan penghinaan secara terbuka terhadap bangsa-bangsa Arab, umat Islam, dan bahkan seluruh masyarakat dunia, dan bertujuan Judaisasi Al-Quds.

Kelompok pejuang pimpinan Sayyid Hassan Nasrallah ini juga mengecam persekutuan sejumlah negara Arab dengan AS. Menurut Hizbullah, sikap mereka ini memotivasi dan menambah nyali Washington dalam mempercepat realisasi pemindahan Kedubesnya ke Al-Quds.

Hizbullah menyerukan kepada khalayak dunia, terutama bangsa-bangsa Arab dan umat Islam, agar melawan tindakan AS tersebut karena Al-Quds adalah “milik seluruh umat yang beriman kepada agama samawi.”

Sementara itu,  berbagai kelompok nasionalis dan Islamis Palestina di Ramallah dan Al-Bireh menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina agar berpartisipasi dalam “Hari Amarah” yang akan diselenggarakan pada hari Jumat mendatang sebagai kelanjutan aksi protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump memindah Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Mereka memuji penolakan pihak gereja terhadap keputusan Israel  menerapkan pajak pada gereja dan penutupan gerbang-gerbang Gereja Kelahiran (Nativity).Mereka menegaskan bahwa kesewenang-wenangan ini tidak akan dapat mengubah realitas. (mm/fna/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*