peshmerga-tangkap-isis-di-kirkukKirkuk, LiputanIslam.com –  Otoritas Irak, Minggu (23/10/2016), menyatakan sebanyak 60 teroris takfiri ISIS menemui ajalnya dalam kontak senjata di Kirkuk.

Seorang pejabat provinsi Kirkuk mengatakan bahwa situasi di kawasan ini sudah stabil setelah sebagian besar teroris yang beraksi di sana ISIS terbunuh.

Sumber-sumber kesehatan setempat memperkirakan akan ada 60 mayat anggota ISIS di gedung kedokteran forensik, dan sejauh ini semua mayat itu masih tergeletak di berbagai lokasi kontak senjata.

Sejak Jumat dini hari pekan lalu ISIS melancarkan serangan hebat terhadap beberapa lokasi strategis di Kirkuk dengan tujuan memecah konsentrasi pasukan Irak yang bergerak untuk pembebasan kota Mosul, Irak utara, yang diduduki ISIS sejak 2014. Namun, pasukan keamanan Irak berhasil mengatasi serangan itu dan menumpas mereka.

Di bagian lain, pasukan Irak mengumumkan bahwa Abu Usamah, salah satu wakil utama pemimpin besar ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, dan sejumlah orang yang menyertainya tewas terkena serangan udara di selatan Mosul.

“Berdasarkan informasi intelijen, serangan udara telah menyasar tempat keberadaan Abu Usamah, salah satu wakil utama pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, di distrik Talasqaf dekat Mosul,” ungkap komando pasukan udara Irak dalam statemennya, Minggu.

Statemen itu menambahkan, “Serangan udara itu menewaskan pimpinan ‘B’ ISIS dan sejumlah asistennya.”

Seperti diketahui, pasukan Irak memulai operasi pembebasan Mosul sejak Senin dini hari pekan lalu dengan mengerahkan 45,000 pasukan militer dan kepolisian pemerintah pusat, serta didukung oleh relawan al-Hashd al-Shaabi yang mayoritas anggotanya bermazhab Syiah, Haras Nineveh yang mayoritas anggotanya bermazhab Sunni, dan pasukan Kurdistan Irak Peshmerga, serta didukung pula oleh serangan udara pasukan koalisi.

Pasukan Irak itu bergerak menuju Mosul dari sisi selatan, utara dan timur, sementara sisi barat terbuka sehingga memungkinkan pasukan ISIS kabur ke arah barat menuju wilayah Suriah. Sebagian komandan militer Irak menyatakan ISIS akan digempur dengan serangan udara jika mereka kabur ke arah  barat, tapi banyak kalangan mencurigai bahwa terbukanya sisi barat itu tak lepas dari upaya Amerika Serikat (AS) untuk membiarkan ISIS kabur jika sudah terdesak hebat. (mm/dpa/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL