Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa pemindahan Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem) menyalahi undang-undang dan ketentuan internasional, dan AS kini semakin dibenci di Dunia Islam.

Kepada wartawan di Bandara Mehrabad, Teheran, Jumat (18/5/2018), menjelang keberangkatannya ke Istanbul, Turki, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI), dia mengatakan, “Tak syak lagi bahwa pemindahan Kedubes AS ke Al-Quds bertentangan dengan ketentuan dan kaidah internasional serta resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB.”

Dia menambahkan, “Masalah lain ialah pembantaian masif terhadap warga Muslim Palestina yang berusaha membela tanahnya dan kembali ke kampung halamannya… Kaum Zionis telah menumpahkan darah anak-anak bangsa Palestina yang tak bersenjata dan mengikuti unjuk rasa damai. Kaum Zionis telah membunuhi puluhan orang di antara mereka dan melukai ribuan lainnya.”

Presiden Iran mengingatkan bahwa kejahatan sedemikian keji sudah berulangkali dan bahkan kontinyu dilakukan oleh Rezim Zionis Israel selama tujuh dekade terakhir.

“Tragedi pada peringatan Hari Nakba (14-15 Mei lalu) pada hakikatnya adalah kejahatan Israel terbaru di antara serangkaian kejahatan rezim pendudukan Zionis terhadap bangsa Palestina yang teraniaya selama 70 tahun,” ujarnya.

Dia mengatakan, “Mewakili bangsa Iran yang besar, kami ingin menyampaikan belasungkawa kepada bangsa Palestina yang besar. Kami juga menegaskan kepada mereka bahwa Republik Islam Iran senantiasa membela kaum tertindas, dan bahwa salah satu prinsip revolusi Islam Iran ialah pembebasan al-Quds dan Palestina pendudukan. Bangsa kami masih konsisten pada prinsip ini dan terus berjalan sesuai manhaj ini.”

Presiden Rouhani juga mengingatkan beratnya tanggungjawab seluruh umat Islam dewasa ini, terutama para pemimpin Dunia Islam. Dia menegaskan bahwa membela bangsa Palestina dan al-Quds merupakan pembelaan atas nilai-nilai Islam, dan KTT OKI di Istanbul merupakan kesempatan untuk berusaha menunaikan tanggungjawab tersebut.  (mm/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*