إسقاط أباتشي سعودية باليمنSanaa, LiputanIslam.com –   Dua unit helikopter Apache milik Arab Saudi tertembak jatuh di distrik Haradh, provinsi Hajjah, Yaman, sementara pangkalan al-Anad yang kembali diserang pasukan dukungan Saudi masih berada di tangan gabungan pasukan militer dan pasukan rakyat Yaman.

Alalam Rabu (5/8) melaporkan bahwa satu helikopter tempur Apache Saudi terhempas setelah terkena tembakan roket udara – darat, dan beberapa lama kemudian satu helikopter Apache Saudi lainnya juga dikabarkan tertembak jatuh ketika datang untuk mengevakuasi korban jatuhnya helikopter pertama.

Berita penghempasan Apache Saudi itu didasarkan pada pernyataan Nasruddin Amir, anggota dewan pers gerakan Ansarullah (Houthi) di halaman facebooknya. Dia menyebutkan bahwa Apache milik pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil ditembak jatuh oleh pasukan komite-komite rakyat Yaman yang terafiliasi dengan Ansarullah.

“Hari ini, Rabu, komite-komite rakyat berhasil menembak jatuh helikopyer Apache di sebuah lokasi dekat kota Haradh, provinsi Hajjah, di bagian barat laut Yaman,” tulisnya.

Dia menambahkan, “Sekarang beberapa helikopter koalisi lainnya sedang berusaha melakukan evakuasi, namun para pejuang komite-komite rakyat menyerangnya dengan sengit.”

Alalam juga melaporkan bahwa gabungan tentara dan pasukan rakyat Yaman membendung serangan terbaru pasukan pro-Saudi terhadap pangkalan udara al-Anad di provinsi Lahij di selatan Yaman, dan terjadi pertempuran sengit yang menewaskan puluhan pasukan pro-Saudi, satu di antaranya Ahmad Nasir al-Saili alias  Anis Husain al-Jabiri, salah satu pemimpin kelompok yang datang dari Saudi dan menamakan dirinya Brigade al-Mughtaribin.

Sebelumnya, pasukan gabungan Yaman itu juga telah mematahkan serangan besar pasukan pro-Saudi terhadap pangkalan tersebut, berhasil menghancurkan sejumlah besar tank dan peralatan tempur mereka, dan menimpakan banyak korban tewas di antara mereka hingga banyak mayat mereka bertebaran di lokasi pertempuran di sekitar pangkalan, beberapa di antaranya warga asing dari berbagai negara, termasuk Bangladesh dan Sinegal.

Anggota biro politik Ansarullah Mohammad al-Bukhaiti dalam wawancara dengan al-Waqt menepis laporan media Saudi bahwa kelompok teroris al-Qeada dan pasukan yang didukung Saudi berhasil menguasai pangkalan al-Anad. Dia memastikan bahwa pangkalan ini masih dikuasai pasukan Yaman. Dia juga mengatakan bahwa perang Saudi terhadap Yaman akan membangkitkan pihak-pihak oposisi Saudi untuk menggulingkan rezim al-Saud.

Di kawasan Sabr, kawanan bersenjata ekstrimis takfiri disergap oleh pasukan Yaman hingga jatuh delapan korban tewas di pihak ekstrimis.
Bersamaan dengan ini, pasukan Yaman juga menggempur posisi-posisi militer Saudi di Najran dan Jizan dengan rudal hingga jatuh beberapa korban tewas dan luka di pihak militer Saudi.

Dilaporkan bahwa pasukan Saudi di kawasan Najran serta pemerintah Riyadh tertekan oleh serangan pasukan Yaman terhadap provinsi Najran sehingga mendatangkan pasukan bayaran dari negara-negara lain untuk mengendalikan situasi. Media Saudi memberitakan bahwa bandara Najran ditutup sepenuhnya dengan alasan demi menjaga keselamatan penumpang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL