heider abadiBaghdad, LiputanIslam.com – Kubu Gerakan Nasional untuk Reformasi dan Pembangunan Irak Senin kemarin (11/8) menyatakan bahwa sebanyak 127 anggota parlemen Irak dari Aliansi Nasional Irak (INA) resmi mengajukan nama Heider al-Abadi sebagai perdana menteri Irak baru menggantikan Nouri al-Maliki. Dengan demikian, al-Abadi kini  ditugaskan membentuk pemerintahan baru Irak.

“Sebanyak 127 anggota parlemen dari INA telah menunjuk Wakil Pertama Ketua Parlemen Irak Haider al-Abadi sebagai perdana menteri Irak pada pemerintahan yang akan datang. Mereka adalah mayoritas dalam INA,” ujar juru bicara kubu tersebut Senin kemarin, sebagaimana dilansir Alalam.

Penunjukan ini diumumkan setelah Perdana Menteri Petahana Nouri al-Maliki Ahad sore (10/8) mengancam akan mengadukan Presiden Masum kepada Pengadilan Federal Irak dengan dakwaan melanggar konstitusi karena tidak mengutamakan Koalisi Negara Hukum yang merupakan kelompok terbesar di parlemen sesuai hasil pemilu parlemen April 2014.

Mohammed al-Ogeili, anggota parlemen dari kubu Maliki, menentang penunjukan al-Abad dan menyebutnya sebagai tindakan menyalahi konstitusi.

“Keputusan ini akan menggiring negara kepada problema besar, dan Presiden bertanggungjawab atas situasi ini,” katanya, sebagaimana dikutip PressTV.

Hal ini senada juga dikemukakan oleh menantu al-Maliiki, Hossein al-Maliki. “Kami tidak akan tinggal diam. Penunjukan ini ilegal dan menerjang konstitusi. Kami akan memperkarakan masalah ini ke Pengadilan Federal,” katanya.

Haider al-Abadi adalah politisi Syiah yang dinilai dekat dengan al-Maliki. Pria kelahiran Baghdad, ibu kota Irak, tahun 1952 itu pernah terasing di Inggris dan kembali ke tanah airnya setelah rezim diktator Irak, Saddam Hussein, terguling pada tahun 2003. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL