presiden-mesir-el-sisiKairo, LiputanIslam.com –  Pernyataan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi bahwa dirinya mendukung “tentara nasional Suriah” memancing kehebohan dan kontroversi di medsos Arab Timteng.

“Yang utama bagi Mesir ialah menyokong tentara nasional di Libya, demikian pula di Suriah dan Irak, demi pulihnya keamanan di negara-negara ini,” katanya saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan partisipasi tentara Mesir dalam upaya perdamaian di Suriah, pada wawancara dengan TV RPT milik pemerintah Portugal, Selasa malam (22/11/2016), dan dikutip oleh TV pemerintah Mesir, Rabu (23/11/2016).

RPT bertanya lagi, “Apakah tentara nasional di Suriah yang Anda maksud adalah tentara Suriah?” Dia menjawab, “Ya.”

Jawaban el-Sisi ini mengundang kontroversi di tengah para pengguna medsos Arab. Menurut Rai al-Youm, ini menjadi sinyalemen betapa el-Sisi telah menggusarkan rezim Arab Saudi yang getol memerangi pemerintah Suriah dan hubungannya belakangan ini memburuk dengan Kairo akibat perbedaan sikap mengenai Suriah.

Di Twitter muncul hastagg berbahasa Arab yang artinya “el-Sisi menyokong Bashar” untuk mengecam el-Sisi. Namun ada pula masyarakat Arab yang mendukung el-Sisi dan menganggap dukungan ini sebagai bentuk penolakan terhadap pemberontakan dan terorisme.

“Katakanlah, ‘el-Sisi mendukung Bashar, jangan katakan, ‘Mesir mendukung Bashar,’ sebab Mesir mendukung revolusi Suriah,’ kicau aktivis muda Mesir Amr Abdul Hadi dalam mengecam el-Sisi.

Di pihak lain, aktivis pengguna akun Bujasil al-Shamri di medsos yang sama menyatakan, ‘Mesir mendukung tentara Suriah dan persatuan Suriah…. Mesir tidak akan pernah mendukung para DAESH (ISIS), al-Nusra, dan oposisi bersenjata.”

Di situs berbagi video Youtube juga telah diunggah penggalan-penggalan video pernyataan el-Sisi tentang Suriah dengan judul-judul yang provokatif, antara lain : “Resmi, el-Sisi membuat marah Saudi dan mengatakan, ‘Kami mendukung tentara Bashar al-Assad di Suriah,’” dan “Presiden Mesir: ‘Kami mendukung tentara Suriah dalam memerangi terorisme.’”

Menurut laporan kantor berita Suriah, SANA, kepala Biro Keamanan Nasional (dinas intelijen) Suriah Mayjen Ali Mamlouk Oktober lalu mengadakan pembicaraan dengan Kepala Direktorat Intelijen Umum Mesir Mayjen Khaled Fawzy mengenai “koordinasi kebijakan politik antara Damaskus dan Kairo, dan penguatan koordinasi perang melawan terorisme yang melanda kedua negara.”

Mediasi Saudi-Mesir Gagal

Upaya Uni Emirat Arab (UEA) menengahi hubungan Arab Saudi dengan Mesir dilaporkan kandas, meskipun yang turun tangan langsung dengan pergi ke Kairo adalah Putera Mahkota Abu Dhabi, dan UEA juga dikenal sebagai negara yang kontra gerakan Ikhwanul Muslimin, musuh besar el-Sisi.

Sebelumnya, upaya mediasi juga dilakukan oleh Kuwait dan Bahrain. Mereka berusaha mendekatkan lagi hubungan Kairo dengan Riyadh, tapi kandas karena el-Sisi tetap bersikukuh mendukung pemerintah Suriah dalam memerangi para teroris di Aleppo.

Upaya serupa oleh Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit juga mengalami nasib yang sama. Beberapa hari lalu dia mendadak berkunjung ke Arab Saudi, tapi pembicaraannya dengan para petinggi Saudi tidak membuahkan hasil.  (mm/rayalyoum/irna/newkhalij)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL