Dubai, LiputanIslam.com –  Kantor berita mahasiswa Iran, ISNA, melaporkan bahwa Kuwait telah memerintahkan Duta Besar Iran untuk Kuwait, Ali Reza Enayati, agar meninggalkan Kuwait dalam jangka waktu 48 hari, dengan tuduhan bahwa Iran terlibat aksi mata-mata di Kuwait.

ISNA menyebutkan bahwa Kuwait menuding Iran mencampuri urusan internal Kuwait akibat tekanan Arab Saudi sehingga tak segan-segan mengusir Dubes Iran.

Kemlu Iran, Kamis (20/7/2017), memanggil Kuasa Usaha Kuwait di Teheran untuk menyampaikan nota protesnya terhadap keputusan Kuwait mengurangi jumlah diplomat Iran di Kuwait.

Jubir Kemlu Iran Behram Qasemi dalam statemennya menyatakan pihaknya telah memanggil Kuasa Usaha Kuwait dan menyampaikan “keprihatian mendalam  Teheran atas keputusan Kuwait yang datang di tengah situasi sensitif dan di saat ada upaya meringankan ketegangan antarnegara regional.” Statemen ini juga menegaskan “Iran sama sekali tidak terkait dengan berkas terorisme di Kuwait.”

Sumber pemerintah Kuwait menyatakan bahwa di hari yang sama otoritas negara ini mengusir 15 diplomat Iran sekira sebulan setelah pengadilan kasasi mengukuhkan vonis atas anasir “sel teroris” dengan tuduhan melakukan kegiatan “spionase” untuk kepentingan Iran. Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan kepada AFP bahwa Kuwait telah memutuskan penutupan atase militer, kebudayaan, dan perdagangan Iran di Kuwait.

Pada 18 Juni lalu pengadilan kasasi Kuwait menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap “pelaku otak” dalam kasus “sel al-Abdali” dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk kepentingan Iran dan Hizbullah, serta memvonis hukuman penjara 5 hingga 15 terhadap 20 terpidana lainnya.

Beberapa sumber lain yang juga meminta dirahasiakan identitasnya karena tak berwenang memberikan keterangan kepada media mengatakan bahwa Kuwait telah memberi tempo 45 hari agar meninggalkan Kuwait kepada para diplomat Iran yang tak disebuitkan namanya. Belum ada komentar resmi dari pemerintah Iran maupun Kuwait tentang ini.

Kemendagri Kuwait Rabu lalu (19/7/2017), memublikasi 16 foto para tervonis kasus “Sel Al-Abdali” yang berstatus buronan sehingga mereka diadili secara in absentia. Dalam statemennya kementerian ini meminta kepada warga agar melaporkan keberadaan mereka dan jangan sampai melindungi mereka.

Senin lalu (17/7/2017) koran al-Siyasah milik Kuwait mengutip pernyataan sumber keamanan bahwa 14 orang telah kabur ke Iran dengan menggunajan perahu cepat setelah keluar vonis hukuman penjara hingga 10 tahun terhadap mereka pada 18 Juni lalu.

Pada 13 Agustus 2015 Kemendagri Kuwait menyatakan bahwa aparat negara ini telah menangkap sejumlah tersangka dan menyita dari mereka sejumlah besar senjata dan bahan peledak yang ditemukan yang di kawasan al-Abdali dekat perbatasan negara ini dengan Irak. Barang yang ditemukan di rumah-rumah para tersangka itu antara lain 19 ton amunisi, 144 kg bahan peledak, 68 senjata dari berbagai jenis, 204 granat, dan detonator listrik. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL