Moskow, LiputanIslam.com –  Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam “tuduhan tak berdasar” mengenai dugaan serangan bom kimia yang, menurut laporan terbaru, telah menewaskan sedikitnya 86 orang, 30-an di antaranya anak kecil, di kota Khan Sheikhun, provinsi Idlib, Suriah.

Sebagaimana dinyatakan Kremlin, kecaman ini ditegaskan Putin dalam kontak televon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Kamis (6/4/2017). Kremlin dalam statamennya menyebutkan bahwa Presiden Rusia “menegaskan terutama penolakan terhadap tuduhan tanpa dasar kepada siapapun sebelum dilakukan penyelidikan internasional secara cermat dan independen.”

Menurut Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu telah mengontak Putin via telefon untuk menyampaikan ucapan belasungkawa atas serangan teror bom yang menewaskan 14 orang di kereta bawah tanah di St Petersburg pekan ini.

Sebelumnya di hari yang sama Menhan Israel Avigdor Lieberman mengaku yakin “100%” bahwa serangan bom kimia di provinsi Idlib yang terjadi Selasa lalu itu diperintahkan langsung oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Jubir Kremlin Dmitry Peskov kemarin juga menegaskan Amerika Serikat tidak memiliki data-data “obyektif” mengenai “kejahatan mengerikan” di kota Khan Shekhoun tersebut.

Peskov menyatakan bahwa “segera setelah tragedi ini tak ada siapapun yang dapat mencapai kawasan” di Idlib yang dikuasai penuh oleh kelompok-kelompok militan bersenjata, dan “pada gilirannya, data-data yang mungkin ada di pihak AS tidak mungkin berdasarkan materi atau kesaksian-kesaksian obyektif.”

Rabu lalu Presiden AS Donald Trump berjanji akan bereaksi terhadap serangan yang disebut AS “penghinaan tak manusiawi” ini.

Dari Gedung Putih Trump menegaskan bahwa serangan udara dalam peristiwa tersebut “melanggar banyak batas” .

Di pihak lain, Menlu Suriah Walid Moallem mengingatkan bahwa Damaskus “tidak pernah dan tidak akan pernah” menggunakan senjata kimia terhadap rakyat, anak kecil, dan bahkan “para teroris.”

“Saya tegaskan kepada Anda sekali lagi bahwa Pasukan Arab Suriah tidak pernah dan tidak akan pernah menggunakan senjata jenis ini bukan hanya terhadap rakyat dan anak-anak kecil kami, melainkan juga bahkan terhadap para teroris yang telah membantai rakyat dan anak-anak kecil kami dan menyerang secara membabi buta orang-orang yang hidup damai di berbagai kota,” tegas Moallem dalam jumpa pers di Damaskus, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa ledakan bom kimia itu terjadi pada Selasa pukul 07.00, sementara serangan udara pasukan Suriah di hari yang sama dimulai pada pukul 11.30  terhadap sebuah gudang senjata milik Jabhat al-Nusra yang di dalamnya terdapat bahan-bahan kimia. (mm/arutzshiva/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL