Nazaret, LiputanIslam.com –   Gambar terkadang setara dengan seribu kalimat. Saluran 13 TV Israel, sebagaimana saluran-saluran lain di negara ilegal Zionis ini, pada Sabtu 26 Januari lalu, menanti tayangan wawancara Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dengan saluran al-Mayadeen yang bermarkas di Lebanon.

Sebelum wawancara itu dimulai, Saluran 13 menampilkan narasumber pakar dunia Arab Hezi Simantov, yang mengingatkan kepada pemirsa bahwa pada pukul 08.30 waktu Israel-Palestina Sayyid Nasrallah akan tampil di saluran berbasis parabola al-Mayadeen untuk berbicara mengenai perkembangan situasi di Lebanon, Israel, regional, dan internasional.

Menurut Rai al-Youm yang berbasis di London, Inggris, media Israel yang notabene turut mempromosikan agenda-agenda agresi Rezim Zionis sebelumnya sama sekali tak pernah sedemikian antusias menyorot tampilan dan pernyataan seorang pemimpin Arab.

Menariknya lagi, lanjut Rai al-Youm, publik Israel justru lebih mempercayai Nasrallah ketimbang para pemimpin mereka sendiri. Hasil kajian yang dilakukan oleh Tel-Hai College di bagian utara Israel menunjukkan bahwa 80 persen warga Zionis Israel lebih percaya kepada pernyataan Nasrallah, dan hanya 20 persen yang percaya kepada Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Dan meskipun pada Sabtu dan Ahad 26-27 Januari 2019 media Israel berusaha mencari-cari kelemahan Nasrallah, namun upaya demikian tak mempengaruhi opini, karena rumor yang sempat dihembuskan oleh media Israel tentang kesehatan Nasrallah terbukti hoax belaka sehingga para penebarnya terpaksa menelan ludah sendiri, dan rumor itupun terungkap sebagai semata-mata perang urat urat saraf Israel yang gagal total.

Hanya saja, untuk menentramkan publik, media Israel dalam analisisnya telah menyorot pengakuan Nasrallah mengenai adanya terowongan lintas batas Lebanon-Israel yang telah dihancurkan Israel. Mereka menyebutnya sebagai prestasi besar intelijen Israel.

Orientalis Israel Oded Granot, pakar urusan dunia Arab di surat kabar Israel HaYom menyatakan bahwa keadaan telah mendesak Nasrallah untuk tampil di media, tapi di saat yang sama Granot juga mencatat Nasrallah telah meningkatkan level ancamannya terhadap Israel ketika Sekjen Hizbullah itu menegaskan pihaknya akan memberikan balasan sengit dan menyakitkan terhadap segala bentuk agresi Israel. Granod juga menyebutkan pengakuan Nasrallah memiliki rudal-rudal berpresisi tinggi sebagai pernyataan yang tentu memusingkan para pengambil keputusan di Tel Aviv.

Sehubungan dengan ini pula, orientalis Avi Iskharov di situs web WALLA menganggap bahwa Nasrallah telah mengubah “skandal” terowongan menjadi sebentuk prestasi bagi Hizbullah. Karena, menurutnya, bagaimana pun juga Hizbullah berhasil  menunjukkan eksistensinya sebagai ancaman besar bagi kaum Zionis, dan mencapai kemajuan besar dalam perimbangan kekuataan Hizbullah-Israel.

Iskharov mengatakan bahwa jika seorang asing, yang tidak tahu keseimbangan kekuatan antara kedua pihak, mendengarkan pidato Nasrallah maka dia akan berpikir bahwa Israel menderita ancaman eksistensial, bukan sebaliknya, dan pada saat yang sama mengakui bahwa Hizbullah masih merupakan organisasi yang tangguh dan memiliki kekuatan yang setidaknya dapat menimbulkan kerusakan besar pada Israel, kalaupun tidak sampai level ancaman eksistensial.

Saluran al-Mayadeen telah menayangkan wawancara eksklusifnya dengan Sayyid Nasrallah terutama untuk berbicara mengenai hoax yang telah meracuni publik Israel sejak sekira dua bulan lalu bahwa kesehatan Nasrallah memburuk dan bahkan terancam kematian. Wawancara ini menjadi pukulan telak bagi Israel, terlebih ketika Nasrallah yang terlihat berada dalam kondisi segar bugar mengingatkan kepada publik Israel bahwa para pemimpin dan media mereka telah menebar kabar-kabar yang jaraknya dari fakta dan kebenaran sejauh “1000 tahun cahaya”. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*