Beirut, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mendesak kelompok pejuang Hizbullah yang didukung Iran agar berhenti melakukan campur tangan di luar negeri dan menerima kebijakan “netral” demi menyudahi krisis politik di Lebanon.

“Saya tidak ingin ada partai politik dalam pemerintahan saya campur tangan di negara-negara Arab terhadap negara-negara Arab lain… Saya menantikan netralitas yang sudah kami sepakati dalam pemerintahan. Kita tidak bisa mengatakan satu hal lalu melakukan hal lain,” katanya dalam wawancara dengan CNews milik Perancis, Senin (28/11/2017).

Dia mengancam akan mengajukan pengunduran diri lagi dari jabatan perdana menteri jika Iran dan Hizbullah menolak “keseimbangan politik” yang dia representasikan.

“Keseimbangan pemerintahan bisa jadi akan berubah sesuai perundingan mendatang, dan saya siap untuk pemilu sebelum waktunya,” tuturnya.

Mengenai Iran dia mengatakan bahwa negara republik Islam ini telah menyebabkan Hizbullah bercampur tangan di kawasan sekitar, dan demi menciptakan “benturan positif” dia akan mundur jika Hizbullah menolak perubahan atas kondisi yang ada sekarang.

Sedangkan mengenai Saudi dia menyebut putera mahkota negara ini “reformis besar”. Dia juga masih bersikukuh bahwa dia sendiri yang membuat pernyataan mundur ketika berada di Riyadh pada 4 November lalu. (mm/rayalyoum/france24)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL