hezbollah-syriaBeirut, LiputanIslam.com – Pasukan negara-negara Arab akhirnya terlibat perang melawan kaum takfiri (kalangan ekstrimis yang suka mengkafirkan pihak-pihak lain). Banyak negara Arab seperti Tunisia, Aljazair dan Irak kini berperang melawan kaum takfiri sebagaimana yang dilakukan milisi Hizbullah di Suriah.

Demikian disebutkan kantor berita IRNA Sabtu (24/5) sembari mengutip isi sebuah artikel yang dimuat di harian al-Diyar terbitan Lebanon. Sebagian negara Arab dan bahkan termasuk beberapa faksi politik Lebanon sendiri semula mengecam keterlibatan Hizbullah dalam perang Suriah melawan kaum takfiri, namun sekarang –walaupun terlambat- justru mengerahkan pasukannya di wilayah perbatasan masing-masing untuk memerangi militan takfiri.

Menurut IRNA, Al-Diyar menuliskan bahwa Hizbullah yang berbasis di Lebanon adalah aktor utama yang berlaga melawan kaum takfiri dan berhasil memberikan pukulan sengit, telak dan mematikan terhadap para ekstrimis tersebut di Lebanon dan Suriah, terutama di kawasan al-Qalamoun. “Kekalahan telak para teroris takfiri dan kemenangan Hizbullah atas mereka telah menggembirakan dunia dan memberi motivasi kuat pada pasukan negara-negara Arab untuk memerangi kaum takfiri,” tulis Al-Diyar.

Mengutip keterangan berbagai sumber, al-Diyar menambahkan bahwa sekarang terjalin ikatan kuat antara perang melawan teroris dan masalah pemilu presiden, termasuk di Lebanon. Karena itu, siapapun yang hendak memasuki Istana Presiden Lebanon (Baabda Palace) maka harus “melewati kawasan Hara Harik di sisi selatan Beirut”, yang artinya ialah dia harus mengantongi persetujuan dari Hizbullah. Ini karena Lebanon sekarang tengah mengerahkan segenap kemampuannya untuk menumpas para teroris takfiri dan menyukseskan pemilihan presiden Lebanon yang calonnya harus memiliki komitmen dan berkompeten dalam perang melawan teroris.

Al-Diyar juga menyebutkan bahwa resistensi Presiden Suriah Bashar al-Assad dan keberhasilan pasukan negara ini dalam perang melawan teroris takfiri juga turut memotivasi tentara negara-negara Arab lainnya untuk memulai perang melawan kaum takfiri.

Harian berbahasa Arab ini menambahkan, “Pemilu presiden Suriah akan diselenggarakan, dan masyarakat duniapun akan mendukung hasilnya. Perimbangan kekuatan di Suriah menguntungkan pemerintahan dan presiden Suriah, sedangkan para penentangnya di dalam dan di luar negeri sama sekali tidak memegang kartu kemenangan.”

Berdasar keterangan sumber-sumber yang didapatnya, al-Diyar juga mengabarkan bahwa sekarang sudah dimulai kerjasama militer dan keamanan sejumlah negara Arab dengan Suriah dalam perang melawan para teroris takfiri. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL