militan-suriah-di-aleppoDamaskus, LiputanIslam.com –   Proses pemindahan kawanan bersenjata beserta warga sipil yang bersedia dari Aleppo timur ke tempat lain akan dimulai pada Rabu pagi (14/12/2016). Demikian dikatakan oleh sumber yang dekat dengan pemerintah Suriah.

Pejabat Komite Internasional Palang Merah mengatakan, “Kami menyiapkan langkah-langkah darurat agar dapat bergerak apabila ada permintaan kepada kami dari berbagai pihak… Kami siap berperan sebagai mediator kemanusiaan yang netral untuk membantu warga sipil yang memerlukan bantuan, baik mereka yang memutuskan untuk meninggalkan kota ini atau tidak.”

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan bahwa operasi militer di Aleppo timur dihentikan sebagai upaya  memberi kesempatan bagi kawanan bersenjata untuk segera meninggalkan kawasan ini.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa jam sebelumnya sudah dicapai kesepakatan  untuk evakuasi kawanan bersenjata.

“Mereka mulai meninggalkan, dan karena itu operasi militer dihentikan. Kesimpulannya ialah bahwa jika segala sesuatunya berjalan sesuai rencana maka ini berarti berakhirnya pertempuran menyangkut Aleppo timur,” katanya setelah keluar dari sidang daruat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Aleppo Timur, Selasa (13/12/2016).

Dilaporkan bahwa beberapa bus untuk evakuasi mereka telah dipersiapkan dan dikonsentrasikan di sebuah area dekat wilayah Salahuddin.

Dalam sidang itu sendiri Churkin mengatakan, “Militan, tawanan mereka, dan korban luka mereka sekarang bergerak melalui beberapa jalur menuju tempat-tempat pilihan mereka, termasuk Idlib.”

Pemerintah Suriah sendiri belum memberikan keterangan resmi, tapi sumber yang dekat dengannya mengatakan bahwa kesepakatan sudah dicapai untuk pengosongan kawasan yang semula dikuasai oleh kawanan bersenjata.

Tampak bahwa kesepatakan ini dicapai menyusul gencarnya tekanan Amerika Serikat dan Komite Interasional Palang Merah agar segera dilakukan upaya kemanusiaan setelah kawanan bersenjata semakin terjepit dan tak berdaya melawan pasukan Suriah dan sekutunya.

Sumber oposisi Suriah mengatakan bahwa lima unit bus akan memulai proses evakuasi, sebagian akan bergerak ke wilayah barat yang dikuasai pemerintah, sedangkan sebagian lainnya menuju provinsi Idlib yang dikuasai oleh oposisi.

Pejabat tinggi Turki mengatakan bahwa kesepakatan evakuasi itu dicapai hanya berkenaan dengan “oposisi moderat.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL