palestina ismail haniyeh GazaCity, LiputanIslam.com – Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (HAMAS), Ismail Haniyeh, menyatakan pihaknya tidak menghendaki perang, tetapi jika Israel memaksakan perang lagi maka Hamas akan menggunakan senjata yang akan mengejutkan Israel.

Hal ini dia kemukakan sebagai reaksi atas ancaman para pejabat Israel bahwa perang akan berkobar lagi di Jalur Gaza.

“Hamas tidak menghendaki perang, tapi jika perang dipaksakan lagi maka Hamas tidak akan diam… Hamas sudah memiliki perlengkapan dan senjata-senjata strategis yang, tak seperti sebelumnya, akan sangat mengejutkan musuh,” katanya, sebagaimana dilansir situs berita al-Risalah, Senin (23/2/2015).

Menyinggung hubungan Hamas dengan Mesir, Haniyeh menyatakan bahwa meskipun kecewa terhadap tindakan Mesir menciptakan zona penyanggah di sepanjang perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza, namun Hamas tidak memandang Mesir sebagai musuh. Dia menyayangkan media Mesir yang cenderung sinis dan memojokkan Hamas.

Beberapa media Mesir belakangan ini menyebut Hamas berada di balik sebagai serangan teror di kawasan Semenanjung Sinai, namun Hamas berulang kali membantah tuduhan ini.

Pengadilan Kairo bulan lalu menyantumkan nama sayap bersenjata Hamas Brigade al-Qassam dalam daftar teroris. Rencananya, akan digelar sidang pengadilan di Alexandria, Mesir, untuk membuat keputusan yang menyatakan bahwa organisasi Hamas secara keseluruhan adalah organisasi teroris.

Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri menyatakan bahwa Hamas menjadi bulan-bulanan di Mesir tak lepas dari sepak terjang para Zionis Israel untuk mencoreng citra Hamas. Menurutnya, sentimen anti Hamas tidak mencerminkan aspirasi rakyat Mesir.

“Rakyat berharap kepada Media supaya menyerukan pembalasan atas pembunuhan para prajurit dan rakyat Mesir oleh Israel, buka malah merusak citra Gaza dan menggalang persahabatan dengan Israel,” katanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL