Ismail HaniyehDoha, LiputanIslam.com – Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas Ismail Haniyah menegaskan bahwa hubungan kelompok pejuang Palestina ini dengan Iran merupakan hubungan yang sudah terjalin lama dan kuat, dan sama sekali tidak dalam rangka berhadap-hadapan dengan negara Arab manapun.

“Hubungan (Hamas) dengan Teheran sudah lama dan kuat. Iran adalah negara Islam yang sejak dulu berdiri bersama muqawamah (resistensi) Palestina dan rakyat Palestina. Titik fokus dalam hubungan dengan Iran adalah Palestina, muqawamah dan al-Quds (Baitul Maqdis/Jerussalem),” ungkap Haniyeh dalam wawancara yang ditayangkan TV al-Aqsa Senin malam (29/12), sebagaimana dikutip situs berita online Rai al-Youm.

Pemimpin Hamas yang berada di Doha, ibu kota Qatar, itu menambahkan, “Hubungan dengan Teheran bukan dalam rangka berhadapan dengan salah satu (negara) saudara kami sesama Arab dan Muslim, dan ini juga bukan atas pertimbangan sikap Hamas berkenaan dengan urusan kami soal Palestina sendiri dan pandangan-pandangannya mengenai isu-isu regional. Kami membutuhkan strategi yang mendalam.”

Menurutnya, Hamas sangat berhasrat menjalin hubungan secara terbuka dengan negara Arab dan Islam manapun selama mereka menyokong hak bangsa Palestina.

Belum lama ini delegasi tingkat tinggi Hamas telah berkunjung ke Teheran, ibu kota Iran, dalam rangka memperkuat hubungan bilateral.

Menurut Rai al-Youm, sudah lama Hamas menjalin hubungan erat dan kokoh dengan pemerintah Iran, dan dalam hal ini Hamas bahkan tergabung dalam kelompok yang disebut “poros resistensi” yang melibatkan Iran, Suriah, dan Hizbullah Lebanon di depan kelompok lain yang disebut “poros moderat” yang melibatkan Mesir di era Hosni Mubarak yang terguling oleh revolusi rakyat tahun 2011, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania.

Hanya saja, hubungan Hamas dengan Teheran sempat terusik oleh krisis Suriah karena Hamas mendukung kelompok oposisi sementara Teheran mendukung pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Belakangan hubungan Hamas dengan Teheran kembali membaik, sebagaimana terlihat dari kunjungan delegasi tingkat tinggi Hamas ke Teheran. Selain itu, selama terjadi Perang Gaza selama 51 hari sejak Juli hingga Agustus lalu Iran juga berulang kali dinyatakan Hamas gencar membantu kelompok-kelompok pejuang Palestina, termasuk Hamas. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL