Beirut, LiputanIslam.com –   Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan bahwa Gerakan Perlawanan Islam Palestina ini memiliki hubungan erat dengan Iran, Mesir, Lebanon, Turki, dan Qatar, serta berharap Suriah kembali bersatu dan berperan seperti semula dalam isu Palestina.

“Kami berharap Suriah stabil, aman, bersatu, dan kembali kepada peran historisnya dalam isu Palestina,” ungkapnya melalui konferensi video pada konferensi internasional ke-2 Persatuan Ulama Muqawamah (resistensi anti-Zionisme)  yang mengangkat tema “Palestina, Antara Perjanjian Balfour Dan Janji Allah”, Beirut, Rabu (1/11/2017).

Dia menambahkan, “Kami memulai rekonsiliasi (Palestina) ini, dan tak ada kata mundur bagi pilihan kami ini. Kami menghendaki persatuan nasional yang hakiki, dan mendirikan bangunan Palestina yang satu dan kokoh. Perpecahan sekarang sudah menjadi masa lalu kami, dan kami akan mempersembahkan segala sesuatu yang memang harus dipersembahkan demi persatuan nasional dan menjaga rekonsiliasi.”

Ismail Haniyeh juga mengadakan kontak telefon dengan Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah, Rabu malam.  Sebagaimana disebutkan dalam statemennya, Hamas dalam kontak telefon ini  dia telah memaparkan “cakrawala cerah isu Palestina dan umat, termasuk pembasmian pendudukan di tanah Palestina yang diberkahi.”

Hamas juga menyatakan, “Nasrallah menyampaikan belasungkawanya atas para syuhada Hamas dan Jihad Islam yang gugur akibat kejahatan rezim pendudukan Israel meledakkan terowongan milik Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islam.”

Sayyid Nasrallah menegaskan bahwa Hizbullah selalu bersama kubu muqawamah Palestina, sementara Haniyeh menyatakan, “Komunikasi ini membawa pengaruh yang mendalam bagi hubungan kokoh antarkekuatan muqawamah dan masa depan hubungan ini, dan bagi penguatan front muqawamah nan teguh di kawasan.”

Sayyid Nasrallah di hari yang sama juga menerima kunjungan Wakil Ketua Biro Politik Hamas Salih Al-Arori di Beirut. Pada kesempatan ini keduanya menegaskan keharusan solidaritas antargerakan muqawamah dalam menghadapi agresi Israel dan melawan segala upaya yang bertujuan menyerang kubu muqawamah.

Senin lalu Israel menggempur terowongan bawah tanah buatan Brigade Al-Quds di dekat perbatasan Jalur Gaza – Israel. Departemen Kesehatan Palestina menyatakan serangan ini menjatuhkan delapan syuhada dari pihak Jihad Islam dan Hamas, dan 12 korban luka. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL