bendera israel3GazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan bahwa Israel melarang tim pencari fakta (TPF) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masuk ke Jalur Gaza. Sebagaimana dilaporkan kantor berita Turki, Anatolia, hal tersebut dinyatakan Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri dalam siaran persnya, Kamis (13/11).

“Larangan masuk TPF PBB ke Gaza oleh Israel merupakan upaya untuk menutupi kejahatan perang,” ungkapnya.

Dia mengimbau TPF PBB supaya “bersikukuh pada kewenangannya untuk masuk ke Jalur Gaza dan tidak melakukan penyelidikan di luar wilayah ini karena hanya akan menghalangi penyelidikan terhadap kejahatan hebat di panggung kejahatan yang sesungguhnya.”

Dia juga meminta otoritas Palestina menunaikan tanggungjawabnya dan mendesak Israel supaya membiarkan TPF PBB bekerja secara leluasa dan langsung ke sasaran.

Sebelumnya di hari yang sama beberapa lembaga peduli hak asasi manusia (HAM) Palestina merilis statemen bersama menyatakan bahwa Israel melarang masuk ke Jalur Gaza TPF PBB yang telah dibentuk untuk menyelidiki peristiwa agresi pasukan Zionis ke wilayah ini beberapa waktu lalu.

Lembaga-lembaga itu menyerukan kepada masyarakat internasional supaya melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk menekan Israel dan mencegahnya bertindak menghalangi pelaksanaan tugas TPF PBB.

Juli lalu Dewan HAM PBB telah mengeluarkan keputusan pembentukan TPF independen internasional untuk menyelidiki kasus-kasus pelanggaran undang-undang kemanusiaan dan hukum HAM internasional di wilayah pendudukan Palestina, termasuk di Baitul Maqdis (Jerussalem) dan terutama lagi di Jalur Gaza.

Seperti diketahui, pasukan Zionis Israel telah mengobarkan perang terhadap Jalur Gaza selama 51 hari sejak 7 juli 2014, mengakibatkan lebih dari 2,000 orang Palestina gugur, lebih dari 11,000 lainnya menderita luka-luka, 9,000 rumah hancur total, dan 8,000 rumah lainnya rusak.

Sementara itu, kelompok Jihad Islam Palestina menyatakan bahwa hingga kini belum ada undangan dari pemerintah Mesir kepada kelompok-kelompok Palestina terkait kelanjutan perundingan gencatan senjata Palestina-Israel.

Sebagaimana diberitakan Falastin al-Youm, salah satu petinggi Jihad Islam Khaled al-Batsh menyatakan bahwa kelompok-kelompok Palestina sampai sekarang masih dalam posisi menunggu undangan untuk kelanjutan perundingan dengan Israel di Kairo, ibu kota Mesir.

Perundingan itu semula dijadwalkan berlangsung pada bulan lalu, namun ditunda menyusul peristiwa serangan hebat kaum militan di Semenanjung Sinai, Mesir, yang mengakibatkan puluhan tentara negara ini tewas.

Khaled al-Batsh juga menyatakan bahwa dewasa ini sedangkan dilakukan upaya-upaya intensif untuk mengatasi perselisihan tajam antara Hamas dan Fatah menyusul peristiwa serangkaian aksi peledakan pada hari Jumat 7 November lalu di Jalur Gaza.

Hubungan Hamas dan Fatah yang sempat membaik belakangan memburuk lagi akibat aksi peledakan yang ditujukan terhadap rumah beberapa petinggi Fatah di Jalur Gaza. Fatah menuduh Hamas berada di balik aksi peledakan, namun Hamas membantahnya dan menyatakan aksi peledakan itu dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja bermaksud mengadu domba antara dua kelompok besar Palestina ini.

Di pihak lain, Mesir sendiri sampai sekarang masih direpotkan oleh serangan kaum militan. Para pejabat keamanan Mesir Kamis kemarin mengumumkan bahwa dua polisi dan tiga tentara negara ini tewas ditembak militan dalam dua peristiwa serangan terpisah di bagian utara Semenanjung Sinai. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL