palestina hamas-fatahGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menolak gagasan gencatan senjata jangka panjang dengan Israel. Tokoh senior Hamas, Mousa Abu Marzook, mengatakan, “Hamas menolak usulan dan ide yang disampaikan oleh para perwira militer Israel melalui para pengusaha dan tokoh independen Palestina bahwa Israel akan memperkenankan pengadaan bandara dan pelabuhan di Jalur Gaza serta pemisahan kawasan ini dari Israel dan Tepi Barat apabila terjalin gencatan senjata jangka panjang.”

Sebagaimana dilansir Rai al-Youm, hal itu dinyatakan Abu Marzook dalam statusnya di jejaring sosial Facebook, Rabu (11/3/2015). Dia menjelaskan, “Ada penyampaian ide-ide mengenai bandara dan pelabuhan serta pemisahan Jalur Gaza dari Israel, terutama, kemudian dari Tepi Barat karena tidak ada ketersambungan geografis dengan tindakan pendudukan, dan pada gilirannya bagi Jalur Gaza akan terbuka untuk dunia luar tanpa batasan-batasan pintu Rafah dan kebijakan-kebijakan Israel.”

Dia menambahkan, “Tidak ada dokumen apapun dalam soal ini. Kamipun di Hamas juga tidak khawatir terhadap isu-isu demikian. Hamas sudah dua kali membicarakan masalah ini dengan pemerintahan rekonsiliasi Palestina, beberapa kali dengan para menteri dari pemerintahan secara terpisah, dan juga di depan media dan faksi-faksi Palestina.”

Dia menegaskan bahwa tujuan Israel melontarkan ide-ide demikian bukan untuk memberikan layanan kepada Gaza, melainkan untuk memisahkannya dari Tepi Barat untuk kemudian mencaploknya.

“Kami di Gaza bersedia membayar harga penolakan kami terhadap ide-ide itu, terhadap peningkatan blokade, tekanan ekonomi, pembatasan kebebasan bepergian dan lain-lain, namun kami tidak menerima prakarsa demikian,”tulisnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*