palestina khalil al-hayya hamas

Tokoh senior Hamas, Khalil al-Hayya, sedang berorasi.

GazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan bahwa opsi muqawamah (perlawanan bersenjata) terhadap Rezim Zionis Israel tidak mungkin akan terhapus, walaupun seandainya rekonstruksi Gaza ditunda dan blokade Jalur Gaza oleh Israel tetap berlanjut.

“Dugaan sebagian orang bahwa opsi muqawamah akan terhapus jika Gaza ditekan tidaklah lebih dari fatamorgana,” ungkap petinggi Hamas Khalil al-Hayya dalam sebuah pawai mengutuk kejahatan Israel yang diselenggarakan oleh faksi pejuang Palestina Jihad Islam di Gaza, Jumat (27/2/2015), sebagaimana dilansir Palestinian Information Center.

Dalam pawai yang juga diikuti oleh para pemimpin berbagai kelompok pejuang Islam dan nasional Palestina itu al-Hayya juga mengaku pihak masih gigih berusaha memperkuat barisan internal Palestina.

“Hamas tidak akan kendur dalam berusaha mewujudkan rekonsiliasi nasional serta mengakhiri dualisme dan perpecahan internal.. Penundaan rekonstruksi Gaza dan penon-aktifan pintu-pintu perbatasan sama sekali tidak akan mengendurkan tekad dan kehendak penduduk Jalur Gaza,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Upaya sebagian kalangan untuk menyimpangkan Hamas dari tujuan dan jalur utamanya tidak akan pernah berhasil.”
Dia lantas menjelaskan bahwa rekonsiliasi nasional artinya ialah partisipasi semua kelompok Palestina, bukan pengambilan keputusan secara sepihak.

“Karena itu, kerjasama keamanan dengan pihak musuh, Zionis, harus dihentikan dan semua kelompok muqawamah harus didukung,” tegasnya, menyindir pemerintah otonomi Palestina pimpinan Mahmoud Abbas yang bermarkas di Ramallah, Tepi Barat.

Tokoh senior Hamas ini mengingatkan bahwa sekarang sedang terjadi upaya berskala masif untuk menyudut kubu muqawamah, namun kubu ini tetap solid dan tidak akan beranjak dari tekad dan cita-citanya.

“Serangan tawanan Palestina Hamzah Abu Sawawin terhadap perwira di penjara Rimon adalah bukti bahwa tekad dan kehendak rakyat Palestina tidak akan pernah kendur,” pungkasnya. Abu Sawawin beberapa waktu telah menyerang seorang perwira Zionis dalam penjara Rimon dengan senjata tajam hingga menyebabkan perwira itu terluka.

Penjara Rimon terletak di sahara Negev di bagian selatan Israel (Palestina pendudukan 1948) dan menjadi tempat penyekapan sejumlah besar orang Palestina yang dianggap berbahaya bagi keamanan rezim penjajah Palestina tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL