Hamas-militantsGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, kembali menegaskan syarat-syaratnya untuk perjanjian gencatan senjata dengan Israel. Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Mishal, mengatakan, kubu maqawamah (perlawanan terhadap Israel) dalam perundingan tidak langsung dengan Israel mengenai gencatan senjata jangka panjang di Gaza tetap solid pada pendirian dan tuntutannya supaya Israel mengakhiri agresinya, menghapus blokade Jalur Gaza dan pembangunan pelabuhan dan bandara di Jalur Gaza.

Sebagaimana dilansir al-Youm al-Sabea Sabtu (16/8), Meshal menekankan supaya tuntutan sah bangsa Palestina ini dipenuhi.

“Kami menghendaki penghentian serangan, penghapusan blokade, pembangunan pelabuhan dan bandara di Gaza serta diakhirinya pendudukan dan proyek pembangunan permukiman (Yahudi),” tegasnya.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh anggota Biro Politik HAMAS, Izzat al-Rishq, yang juga anggota delegasi perunding Palestina.

“Usulan Mesir untuk penerapan gencatan senjata permanen dengan Israel tidak bisa diterima oleh orang-orang Palestina… Delegasi Palestina menolak segala prakarsa gencatan senjata yang tidak memenuhi kehendak bangsa Palestina.” katanya, sebagaimana dikutip kantor berita Palestina, Safa.

Dia menambahkan bahwa perundingan Hamas dengan Jihad Islam dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Kairo untuk mengambil keputusan final masih berlanjut.

Pernyataan tak kalah tegasnya meluncur dari Usamah Hamdan, Kepala Hubungan Luar Negeri Hamas. Dia mengatakan, “Israel silakan memilih antara menerima syarat-syarat rakyat Palestina dan perang yang berkepanjangan dan melelahkan.”

Sejak Rabu lalu (13/8) Palestina dan Israel menerapkan gencatan senjata untuk jangka lima hari demi menciptakan situasi yang kondusif bagi perundingan kedua pihak untuk meraih kesepakatan mengenai gencatan senjata jangka panjang.

Rencananya, perundingan antara kedua pihak akan dimulai lagi pada Ahad dan Senin (18-19/8) mendatang.

Seperti diketahui, Israel relah melancarkan serangan udara, darat dan laut ke Jalur Gaza selama lima minggu sejak tanggal 8 Juli lalu, mengakibatkan sekitar 2,000 warga Palestina gugur dan lebih dari 10,000 warga lainnya menderita luka-luka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL