Gaza, LiputanIslam.com – Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar menegaskan bahwa aksi protes di wilayah perbatasan Jalur Gaza-Israel akan terus berlanjut meskipun sebanyak 118 orang Palestina telah gugur diterjang peluru pasukan Zionis sejak Maret lalu sampai sekarang.

Dalam wawancara dengan channel al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon Senin malam (21/5/2018) Sinwar mengatakan bahwa Hamas menjalin “hubungan istimewa” dengan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon untuk “koordinasi, kerjasama, dan komunikasi yang nyaris sehari-hari”, dan demikian pula hubungannya dengan Iran yang, menurutnya, telah membekali sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, dengan “banyak dana, perlengkapan, dan informasi.”

“Sama sekali tak ada kesepakatan apapun, baik untuk penghentian pergerakan maupun untuk pengendurannya dan pengurangan jumlahnya. Gerakan ini berlanjut sampai tujuan bangsa kami tercapai sepenuhnya, insya Allah, terutama memecah blokade sekaligus dan untuk selamanya,” terang Sinwar.

Dia menambahkan, “Kami berharap kepada saudara-saudara kami para pemimpin Fatah agar berhenti menjalin koordinasi keamanan (dengan Israel), dan menghentikan tekanan keamanan terhadap rakyat di Tepi Barat agar mereka dapat bergabung dengan aksi saudara-saudara yang di Jalur Gaza.”

Dia menegaskan bahwa Poros Resistensi telah kembali dan karena itu dia menegaskan bahwa Hamas menolak segala bentuk permusuhan terhadap Suriah, Iran, dan Hizbullah.

“Hubungan kami sangat istimewa dengan saudara-saudara kami di Hizbullah, dan hubungan ini terus berkembang dengan baik, ada koordinasi, kerjasama, dan komunikasi yang nyaris sehari-hari antara kami dan mereka. Hubungan ini berada di tahapnya yang terbaik,” lanjutnya.

Mengenai Iran dia mengatakan, “Hubungan kami dengan Republik Islam Iran juga istimewa. Sejak perang tahun 2014 Republik Islam Iran tak pernah kendur dalam mendukung resistensi Palestina dengan dana, perlengkapan, dan informasi.”

Dia menambahkan, “Iran membekali brigade al-Qassam dan faksi-faksi resistensi lainnya dengan banyak dana, perlengkapan, dan informasi. Inilah yang membuat Hamas dapat mengembangkan kekuatannya dengan skala besar.”

Yahya Sinwar lantas memastikan bahwa Hamas siap menghadapi segala bentuk serangan Israel.

“Jari-jari para mujahidin kami berada di tombol jika terjadi konfrontasi antara kami dan musuh, dan kami akan memberikan banyak kejutan terhadap lawan maupun kawan,” tegasnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*