Maulid Palestina 23GazaCity, LiputanIslam.com – Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Mousa Abu Marzouk menyerukan kepada semua pihak terkait agar melakukan gerakan politik, sosial, media dan militansi secara masif demi menggagalkan konspirasi Zionis Israel untuk menerapkan pembagian waktu kunjung Masjid al-Aqsha.

Sebagaimana dilansir Felesteen Online, Rabu (2/9), Abu Marzouk mengingatkan bahwa al-Quds (Baitul Maqdis/Jerussalem) merupakan poros umat Islam serta simbol martabat dan kemuliaan umat Islam.

“Karena itu, sekarang harus dilihat apakah para pemimpin Arab dan umat Islam akan mencegah terulangnya tragedi pembakaran Masjid Nabi Ibrahim as? Apakah Organisasi Kerjasama Islam (OKI/OIC), Universitas al-Azhar, para raja dan para presiden negara-negara Islam akan turun tangan menghadapi konspirasi jahat kaum Zionis ini?” cecarnya.

Belakangan ini dilaporkan bahwa dalam dua minggu berturut-turut pasukan Israel telah menuntup gerbang-gerbang komplek Masjid al-Aqsha bagi umat Islam Palestina dan malah membiarkan warga Zionis berdatangan dan menodai kesucian tempat suci umat Islam ini.
Tindakan represif pasukan Zionis terhadap warga Muslim Palestina tersebut dilakukan untuk melicinkan rencana mereka menerapkan pembagian waktu dan tempat kunjung di komplek Masjid al-Aqsha antara warga Muslim dan warga Yahudi Zionis.

Seperti diketahui, Masjid al-Aqsha yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam merupakan tanah suci ketiga bagi seluruh umat Islam sesudah Mekkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah.

Berdasarkan perjanjian antara Israel dan Yordania pada tahun 1994, warga Zionis dilarang melakukan ritual di komplek Masjid al-Aqsha, dan dalam hal ini Yordania bertanggungjawab menangani urusan komplek tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL